Menelusuri Tradisi Penguncian Makam, Bentuk Hormat Warga Ngliman pada Leluhur

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menggelar tradisi unik yang telah diwariskan turun-temurun sejak zaman Mataram. Tradisi tersebut adalah penguncian pintu makam Ki Ageng Aliman, dengan tujuan agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk tanpa adanya aktivitas ziarah.

Prosesi penguncian makam ini diawali dengan arak-arakan ratusan warga yang berjalan bersama aparatur pemerintahan desa dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) menuju makam Ki Ageng Aliman. Dengan jarak sekitar satu kilometer, perjalanan ini menjadi sebuah ritual sakral yang diikuti dengan penuh kekhusyukan.

Dalam arak-arakan tersebut, sesepuh desa berjalan di barisan paling depan, diikuti oleh pembawa bunga, dupa, dan payung sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Mengingat lokasi makam yang berada di atas bukit, seluruh peserta harus menaiki 91 anak tangga sebelum mencapai area makam.

Sebelum prosesi penguncian makam dilakukan, seluruh warga berkumpul untuk membaca tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat. Ritual dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Ki Ageng Aliman, yang dipimpin oleh Kepala Desa Ngliman, Iwan Widodo, serta diikuti oleh seluruh perangkat desa dan Forpimcam.

Menurut Iwan Widodo, tradisi penguncian makam ini telah dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta untuk memastikan masyarakat tidak melakukan ziarah selama bulan Ramadhan.

“Tradisi ini bertujuan agar warga bisa lebih fokus menjalankan ibadah puasa tanpa gangguan aktivitas ziarah,” jelas Iwan Widodo.

Setelah seluruh prosesi adat selesai, juru kunci makam secara resmi mengunci pintu makam Ki Ageng Aliman. Makam tersebut baru akan dibuka kembali pada 1 Syawal, tepat setelah pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Ki Ageng Aliman dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Nganjuk. Konon, beliau wafat di kawasan hutan dan kemudian dimakamkan di Desa Ngliman. Oleh masyarakat setempat, Ki Ageng Aliman dihormati sebagai tokoh cikal bakal yang berjasa dalam perkembangan Desa Ngliman.

Tradisi penguncian makam ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap nilai-nilai religi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Hingga kini, tradisi ini terus dilaksanakan dengan penuh khidmat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Ngliman.

Berita Terkait

Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Nganjuk Meriahkan Hari Jadi ke-1089
Dihadang Empat Pelaku Bersenjata Tajam, Korban Pilih Melawan
Untuk Eksistensi, PT Tunas Wijaya Mandiri Resmi Lakukan Perubahan Akta
IPSI Nganjuk Gelar Seleksi Kejurprov, Jaring Atlet Terbaik untuk Wakili Daerah
Hadiri Musancab di Nganjuk, Deni Wicaksono Tegaskan Keterwakilan Gen Z Dalam Struktur PAC
Sukses Gelar Musancab, Marhaen Djumadi Dorong Kembalikan Kursi Yang Hilang
Polres Nganjuk Hadiri Tasyakuran, Komitmen Dukung Pemugaran Makam dan Museum Marsinah
Tanam Pohon Mangga dan Alpukat, YKB Nganjuk Libatkan Anak TK dalam Aksi Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:52

Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Nganjuk Meriahkan Hari Jadi ke-1089

Senin, 27 April 2026 - 11:42

Dihadang Empat Pelaku Bersenjata Tajam, Korban Pilih Melawan

Minggu, 26 April 2026 - 17:13

Untuk Eksistensi, PT Tunas Wijaya Mandiri Resmi Lakukan Perubahan Akta

Minggu, 26 April 2026 - 14:55

IPSI Nganjuk Gelar Seleksi Kejurprov, Jaring Atlet Terbaik untuk Wakili Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 10:52

Hadiri Musancab di Nganjuk, Deni Wicaksono Tegaskan Keterwakilan Gen Z Dalam Struktur PAC

Berita Terbaru