Tolak RUU Penyiaran, PWI dan IJTI di Nganjuk Gelar Unjuk Rasa

Rabu, 22 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK – Sekitar total 20 anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengadakan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Nganjuk pada Rabu (22/05/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang dinilai dapat mengurangi kebebasan pers di Indonesia.

Para jurnalis tersebut mengangkat poster-poster yang berisi berbagai pesan penolakan terhadap RUU Penyiaran. Salah satu poster berbunyi, “Kalau RUU Penyiaran disahkan, kami akan bekerja dengan cara kami sendiri.”

PWI dan IJTI menekankan bahwa RUU Penyiaran ini akan menghambat pekerjaan mereka sebagai jurnalis dan mengurangi ruang untuk kebebasan berpendapat yang merupakan pilar penting dalam demokrasi.

Kemudian, perwakilan dari PWI dan IJTI berkumpul di ruangan untuk menyampaikan aspirasi mereka, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Jianto. Perwakilan dari PWI dan IJTI menuntut agar RUU Penyiaran tidak disahkan oleh DPR RI guna memastikan kebebasan pers tetap terjaga.

Berikut 5 Pasal yang Dirasa Mengurangi Kebebasan Pers:

1. Pasal 8A ayat 1 huruf i
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diberikan kewenangan untuk menyelesaikan sengketa jurnalistik khusus di bidang penyiaran.
Penjelasan: Pasal ini dianggap tumpang tindih dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

2. Pasal 42 ayat 2
Penyelesaian sengketa terkait kegiatan jurnalistik penyiaran dilakukan oleh KPI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Penjelasan: Pasal ini dirasa mereduksi kewenangan Dewan Pers dalam menyelesaikan sengketa jurnalistik.

3. Pasal 50B ayat 2 huruf c
KPI melalui SS memiliki kewenangan untuk melarang penayangan eksklusif jurnalistik investigasi.
Penjelasan: Pasal ini membatasi ruang gerak jurnalis dalam melakukan investigasi.

4. Pasal 50B ayat 2 huruf k
Tertulis ada larangan terkait penayangan di siaran dan konten siaran yang mengandung berita bohong, fitnah, penghinaan, pencemaran nama baik, penodaan agama, kekerasan, radikalisme, dan terorisme.
Penjelasan: Pasal ini berpotensi menyebabkan diskriminasi terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

5. Pasal 51E
Pasal ini mengatur bahwa “sengketa yang timbul akibat dikeluarkannya keputusan KPI dapat diselesaikan melalui pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”
Penjelasan: Peraturan ini berpotensi menimbulkan dualisme antara Dewan Pers dan KPI karena keduanya dapat memutuskan aduan terkait sengketa jurnalistik.

Saat diwawancarai di lokasi, Jianto, Wakil Ketua DPRD Nganjuk, mengatakan, “Yang menjadi tuntutan PWI dan IJTI kita kirimkan ke DPR RI untuk menjadi pembahasan di dalam pembahasan RUU Penyiaran,” Ujarnya.

Lebih lanjut, Jianto mengatakan, “Menurut saya apapun yang sifatnya itu membungkam hak kebebasan berpendapat itu Saya juga tidak sepakat, makanya momentum ini kita gunakan sebaik-baiknya supaya menjadi pembahasan RUU penyiaran DPR RI,” Jelasnya.

Sementara itu saat diwawancarai di Lokasi, Bagus, ketua PWI Nganjuk, mengatakan, “Jika otomatis itu diperlakukan, kita seluruh dari elemen masyarakat dan elemen wartawan yang ada di Indonesia menolak dengan adanya RUU Penyiaran. Jika disahkan kita akan melakukan aksi lebih besar akan kita jalankan sampai dengan ke Senayan,” Jelasnya.

Selanjutnya, Agus, selaku Ketua IJTI Korda Majapahit, mengatakan, “RUU penyiaran ini menghilangkan hak kita sebagai jurnalis yang notabene memberikan fakta yang bagus yang nantinya akan hilang. Oleh karena itu, kita menolak RUU penyiaran ini. Berdasarkan instruksi dari pusat, kita di seluruh Indonesia bersuara sama, menolak RUU penyiaran,” ungkapnya.

(Sov)

Berita Terkait

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan
Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban
Panen Raya Pestani Nyawiji Nganjuk, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah 12 Persen
Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia
Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi
Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan
Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 3 Nganjuk Berpeluang Diseret ke Ranah Pidana dan Perdata
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:09

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan

Rabu, 9 September 2026 - 13:12

Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban

Selasa, 8 September 2026 - 20:25

Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 16:42

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi

Selasa, 8 September 2026 - 08:38

Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Berita Terbaru

Peristiwa

Ban Meletus, Truk Bermuatan Karton Terguling di Nganjuk

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:46