Menko Polhukam Sebut Pemerintah akan Menangani Tragedi Kanjuruhan dengan Baik

Minggu, 2 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.Com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tragedi Kanjuruhan Malang, bukan disebabkan bentrok antarsuporter. Korban meninggal dunia karena desak-desakan dan terinjak. Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022).

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton,” kata Mahfud MD.

Mahfud mengatakan suporter yang berada di lapangan hanya dari Arema. Dia menyatakan tak ada korban penganiayaan suporter.

“Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter,” kata Mahfud.

Mahfud menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan pertandingan sepakbola di Indonesia. Dia mengatakan sepakbola kerap memancing suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Mahfud juga mengungkap aparat kepolisian sebelumnya sudah mengusulkan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang agar dilaksanakan sore. Jumlah penonton pun diminta disesuaikan.

“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang,” jelasnya.

Namun, usulan itu tidak dilakukan panitia pelaksana (panpel). Pertandingan pun tetap digelar malam.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ujar Mahfud.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud setelah dirinya menerima informasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia juga sudah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, tragedi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, menyebabkan 129 orang meninggal dunia. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi kabar duka bagi dunia sepakbola Tanah Air. Selain 129 orang tewas, ada seratusan warga yang juga masih dalam perawatan.

Berita Terkait

Muji Hartono Wartawan Harian Koran Memo, Terima Penghargaan Khusus dalam HUT Bhayangkara ke 77
Ida Bagus Nugroho Baksos Di Beberapa Titik
Sudilah: PDI Perjuangan Hadir Di Tengah Masyarakat Melalui Baksos
Coba Berbagai Macam Pekerjaan, ASN Di Sumatera Selatan Jadi Panutan
Aplikasi MTC Diharapkan Mempermudah Pelayanan Samsat Se-Jawa Timur
Meledak !! Ribuan Warga Nganjuk Ikuti Gowes HUT Ke – 77 TNI Tahun 0810/Nganjuk
Sukses, SKW Perdana SPI di Sumut Usai Digelar
Sertifikasi Kompetensi Wartawan Angkatan I di Provinsi Sumatera Barat Sukses
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Juli 2023 - 15:58

Muji Hartono Wartawan Harian Koran Memo, Terima Penghargaan Khusus dalam HUT Bhayangkara ke 77

Minggu, 16 April 2023 - 14:28

Ida Bagus Nugroho Baksos Di Beberapa Titik

Minggu, 16 April 2023 - 14:08

Sudilah: PDI Perjuangan Hadir Di Tengah Masyarakat Melalui Baksos

Selasa, 11 April 2023 - 09:46

Coba Berbagai Macam Pekerjaan, ASN Di Sumatera Selatan Jadi Panutan

Selasa, 4 Oktober 2022 - 04:52

Aplikasi MTC Diharapkan Mempermudah Pelayanan Samsat Se-Jawa Timur

Berita Terbaru