NGANJUK, KabarNganjuk.com – Kebakaran melanda garasi rumah milik Widada (61), warga Lingkungan Pengkol, RT 002/RW 002, Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Selasa (20/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan bagian garasi dan sejumlah kendaraan yang berada di dalamnya terbakar. Total kerugian materi akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp200 juta.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.16 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk dari Pos Tanjunganom segera berangkat menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Respons cepat dilakukan guna mencegah api semakin meluas dan merembet ke bagian bangunan lainnya.
Danru Pos Damkarmat Tanjunganom, Santo, menjelaskan bahwa petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.19 WIB, atau tiga menit setelah laporan diterima. Proses pemadaman kemudian dilakukan hingga api berhasil ditangani pada pukul 09.31 WIB.
“Laporan masuk pukul 08.16 WIB, tiba di lokasi pukul 08.19 WIB, dan selesai pemadaman pukul 09.31 WIB,” jelas Santo.
Berdasarkan keterangan mengenai kronologi kejadian, kebakaran diduga berawal saat pemilik rumah membakar sampah di sudut depan garasi. Setelah melakukan pembakaran, pemilik rumah kemudian meninggalkan lokasi untuk pergi bekerja. Api yang semula digunakan untuk membakar sampah tersebut diduga tidak sepenuhnya padam hingga akhirnya membesar.
Kondisi cuaca saat kejadian turut menjadi perhatian. Cuaca yang cerah disertai angin kencang diduga membuat kobaran api lebih cepat membesar dan menjalar ke area di sekitarnya. Api kemudian merambat menuju tumpukan kayu yang berada di balik dinding bagian dalam garasi.
Dari tumpukan kayu tersebut, kobaran api selanjutnya menjalar ke bagian garasi lainnya hingga menyambar sejumlah kendaraan yang terparkir di dalam ruangan. Api yang terus membesar membuat situasi semakin berbahaya, sementara anggota keluarga yang berada di dalam rumah tidak menyadari bahwa kebakaran telah terjadi.
Peristiwa itu baru diketahui setelah seorang warga yang sedang melintas melihat kepulan asap dan kobaran api dari area rumah tersebut. Mengetahui adanya kebakaran, warga tersebut segera melaporkan kejadian itu kepada Pos Damkarmat terdekat di wilayah Tanjunganom agar petugas dapat segera melakukan pemadaman.
Setelah menerima laporan, personel siaga dari Pos Damkarmat Tanjunganom langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Dalam penanganan tersebut, personel pemadam kebakaran juga mendapat bantuan dari Babinsa, perangkat desa, serta warga sekitar.
Kerja sama antara petugas dan masyarakat membantu proses penanganan di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemadaman selama lebih dari satu jam sejak petugas tiba, api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.31 WIB.
Meski kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bagian garasi serta sejumlah kendaraan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dampak kerugian materi yang ditimbulkan cukup besar.
Santo menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan awal, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp200.000.000.
“Korban jiwa nihil. Kerugian materi ditaksir sekitar Rp200.000.000,” ungkapnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat timbul dari aktivitas sehari-hari, termasuk pembakaran sampah di sekitar rumah. Api yang terlihat kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila ditinggalkan tanpa pengawasan, terlebih ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Pihak Damkarmat Kabupaten Nganjuk mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Apabila pembakaran memang dilakukan, warga diminta memastikan lokasi aman, menjauhkan api dari benda-benda yang mudah terbakar, serta tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam.
Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika angin bertiup kencang. Tumpukan kayu, kendaraan, dan barang-barang mudah terbakar sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan sumber api karena dapat mempercepat penyebaran kebakaran.
Selain itu, warga diharapkan segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas apabila melihat tanda-tanda seperti kepulan asap atau kobaran api yang berpotensi membahayakan. Pelaporan sedini mungkin dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sehingga risiko kerusakan yang lebih besar dapat diminimalkan.
Peristiwa kebakaran garasi di Desa Warujayeng tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan terhadap api, meskipun hanya berasal dari pembakaran sampah. Kelalaian kecil dapat menimbulkan dampak besar, baik terhadap keselamatan penghuni rumah maupun kerugian harta benda.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan kebakaran di lingkungan rumah, masyarakat diharapkan dapat menghindari kejadian serupa serta menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal. (Adv Nur)





