Derita Pasien BPJS PBI di Jombang: Tiga Bulan Menahan Sakit Tanpa Tindakan Medis

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, KabarNganjuk.com — Derita menyelimuti keluarga Khotijah (52), warga Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Selain harus berjuang melawan kanker serviks yang menggerogoti tubuhnya, ia dan keluarganya kini terperangkap dalam ketidakpastian penanganan medis serta himpitan ekonomi.

Sudah tiga bulan terakhir, Khotijah merasakan sakit luar biasa di bagian punggung dan perut. Kondisi tersebut kian diperparah oleh rasa mual dan muntah hebat setiap kali ia mencoba memasukkan makanan.

 

“Sakit di punggung sama perut, kalau makan pasti langsung mual dan muntah,” ungkap Khotijah saat ditemui di kediamannya, Dusun Temon, RT 1/RW 2, Desa Temuwulan.

Untuk usaha kesembuhan, Khotijah dan suaminya mengandalkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI (KIS) menuju rumah sakit rujukan di Surabaya.

Dalam dua bulan terakhir, perjalanan jauh Jombang–Surabaya wajib mereka tempuh secara rutin setiap satu hingga dua minggu sekali.

Kendati rangkaian pemeriksaan panjang telah dilalui dan pihak rumah sakit merekomendasikan tindakan operasi, kepastian jadwal hingga kini masih nihil.

Keluarga hanya diminta menunggu dalam rentang waktu satu hingga dua bulan ke depan tanpa kejelasan nomor antrean maupun tanggal pasti tindakan medis.

“Belum ada kepastian jadwal operasi, baru disuruh menunggu satu sampai dua bulan lagi dan tiap minggu atau dua minggu diminta kontrol ke Surabaya,” ujar suami Khotijah, Yunus (56).

Beban fisik sang istri turut menghancurkan fondasi ekonomi keluarga kecil ini. Yunus yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai kuli bangunan, buruh tani, dan pekerja serabutan, terpaksa meninggalkan total mata pencahariannya demi mendampingi Khotijah berobat ke luar kota.

“Sudah sekitar dua bulan saya tidak bekerja karena harus menunggui istri berobat,” tutur Yunus.

Akibat hilangnya sumber pendapatan, dapur keluarga praktis kesulitan mengepul. Guna menutupi biaya hidup sehari-hari serta ongkos transportasi yang tidak sedikit, Yunus terpaksa berutang kepada para tetangga dan kerabat.

Ironisnya, di tengah kepungan utang dan penderitaan berat yang dialami sang istri, Yunus mengaku luput dari uluran tangan pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Jombang maupun Puskesmas setempat diklaim belum pernah hadir sekadar memantau kondisi kesehatan Khotijah.

“Tidak pernah,” kata Yunus singkat saat ditanya mengenai perhatian dari instansi kesehatan atau pemerintah setempat.

Kini, di tengah keterbatasan dan ketidakpastian yang menyelimuti Desa Temuwulan, keluarga ini hanya bisa menggantungkan harapan besar agar tindakan medis dapat segera direalisasikan demi kesembuhan Khotijah serta pemulihan ekonomi Keluarga dari tumpukan utang.

Berita Terkait

Diduga Kurang Pengawasan, Truk Sampah DLH Nganjuk Dipakai untuk Boyongan
Sewa Pick Up Dua Hari, Mobil Tak Kembali, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Perangkat Desa di Loceret Diduga Gadaikan BPKB Mobil Siaga, Nilainya Disebut Capai Rp65 Juta
Buka Festival Literasi Nganjuk 2026, Wabup Trihandy Ajak Masyarakat Kritis dan Lestarikan Sejarah Lokal
Diduga emosi Kasat Pol PP Nganjuk ngajak Jotosan warga Saat Menanyakan permohonan
Hidup Sebatang Kara di Usia Senja, Mbah Slamet Bertahan Dari Belas Kasihan Tetangga
Peringati Hari Santri dan World Rabies Day, Pemkab Nganjuk Gelar Pemeriksaan Hewan Gratis
Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:47

Diduga Kurang Pengawasan, Truk Sampah DLH Nganjuk Dipakai untuk Boyongan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:31

Derita Pasien BPJS PBI di Jombang: Tiga Bulan Menahan Sakit Tanpa Tindakan Medis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:01

Sewa Pick Up Dua Hari, Mobil Tak Kembali, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:03

Perangkat Desa di Loceret Diduga Gadaikan BPKB Mobil Siaga, Nilainya Disebut Capai Rp65 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:16

Buka Festival Literasi Nganjuk 2026, Wabup Trihandy Ajak Masyarakat Kritis dan Lestarikan Sejarah Lokal

Berita Terbaru