Kisah Inspiratif: Berawal Dari Pande Besi Hingga Berhasil Sampai Ke Tanah Suci

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kisah inspiratif datang dari seorang pande besi asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Rubianto Supeno (60), bersama istrinya Khiriyah Al Asmini (58), dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 mendatang. Pasangan ini tergabung dalam kloter 114 bersama jemaah lainnya.

Rubianto bukanlah pengusaha besar atau pegawai dengan penghasilan tetap tinggi. Ia sehari-hari bekerja sebagai pande besi, memproduksi berbagai alat pertanian seperti sabit dan pisau. Dari pekerjaan sederhana itulah, ia berhasil mewujudkan impiannya untuk berangkat haji.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Rubianto mengawali karier sebagai pekerja di beberapa usaha pande besi milik tetangganya. Ia berpindah-pindah tempat kerja, menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga yang ada saat itu.

“Itu dulu saya ya ikut-ikut orang pindah-pindah, mana yang ngajak saya siap,” kenangnya.

Pada tahun 1995, bersama sang istri, ia memberanikan diri membuka usaha pande besi kecil-kecilan di rumahnya. Berbekal pengalaman, ketekunan, dan kerja keras, usaha tersebut perlahan mulai berkembang dan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji sebenarnya datang dari sang istri. Namun, Rubianto sempat ragu karena merasa penghasilannya tidak mencukupi.

“Yang pengen itu ya istri saya, mau ndak mau ya berangkat aja,” ujar Rubianto.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan dorongan dari keluarga, pada tahun 2012 ia akhirnya mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Biaya tersebut dikumpulkan dari hasil menabung, beternak sapi, serta keuntungan dari usaha pande besinya.

“Bayarnya nyicil, ya mulanya jualan sapi, terus sama hasil dagang arit buat pelunasan,” tambahnya.

Dalam menjalankan usahanya, Rubianto mengaku keuntungan yang diperoleh tidak besar. Dari satu bilah pisau, ia hanya mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp5.000, setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp35.000 dan dijual seharga Rp40.000 secara grosir.

Ia juga menyebutkan bahwa dulu pesanan bisa mencapai hingga 100 unit pisau atau sabit. Namun saat ini, jumlah pesanan mulai berkurang. Meski demikian, ia tetap bersyukur atas rezeki yang diterima.

“Yang penting tetap bersyukur. Rezeki sudah ada yang mengatur,” ungkapnya.

Kisah Rubianto menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan doa, impian besar seperti menunaikan ibadah haji dapat terwujud, meskipun berasal dari usaha sederhana.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk
Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan
Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon
Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar
Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar
Perkuat Tata Kelola Dekranas dan PKK, Nganjuk Hadiri Rakor Regional di Jakarta
Gudang Rosok di Paron Nganjuk Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:05

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 September 2026 - 10:21

Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan

Kamis, 24 September 2026 - 09:36

Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon

Kamis, 24 September 2026 - 09:18

Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 09:10

Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Berita

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:05