NGANJUK, KabarNganjuk.com– Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Jawa Timur menggelar pertemuan triwulan ke-27 yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pilar Ketahanan Pangan dalam Ekosistem Makan Bergizi Gratis”.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Astuti Ningsih didampingi Dr. Diana Twiswaningsih dari BBPP Ketindan Malang, Sumrambah Ketua KTNA propinsi Jawa Timur Perhiptani Hermanu, anggota DPRD propinsi Jawa timur dari fraksi PDI Perjuangan Wiwin Sumrambah, seluruh pengurus FK P4S Jawa Timur, beberapa Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, dan kabupaten/kota di Jatim.
Tarwa Mustofa, ketua FK P4S jatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan penyelesaian berbagai persoalan di sektor pertanian.
Menurutnya, FK P4S Jawa Timur siap mengakomodasi berbagai permasalahan yang muncul di daerah agar dapat diselesaikan secara bersama-sama. “Ini momen yang kita tunggu. Setiap permasalahan di daerah siap kita akomodir dan selesaikan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, selaku tuan rumah menyambut baik kegiatan ini dan menyebut momentum halal bihalal sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku pertanian di Jawa Timur, dengan harapan kolaborasi antar P4S semakin solid dalam mendukung ketahanan pangan ke depan.
Pada kesempatan yang sama Ketua Substansi Kelompok Kerja Program dan Evaluasi, BBPP ketindan Malang Astuti Ningsih, menekankan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antar P4S di Jawa Timur. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terkait keamanan pangan.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kita bersama terkait keamanan pangan. Harapan kami, kolaborasi, sinergitas, dan kerja sama yang intens antar P4S di Jawa Timur semakin erat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 jumlah P4S di wilayah Jawa Timur yang menjadi tanggung jawab BBPP Ketindan mencapai 273 lembaga, sehingga dibutuhkan koordinasi yang kuat agar seluruh program dapat berjalan optimal.(Lifa)