Doa Bersama Lintas Agama, Forkopimda dan Warga Satukan Tekad Jaga Nganjuk

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Ratusan tokoh agama, pejabat Forkopimda, mahasiswa, hingga perwakilan masyarakat menghadiri doa bersama lintas agama bertajuk Bersatu Menjaga Kabupaten Nganjuk yang digelar di Pendopo KRT Sosro Koesomo Pemkab Nganjuk, Senin (1/9/2025) malam. Acara ini diikuti sekitar 200 peserta dengan tujuan memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Kegiatan doa bersama dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., didampingi Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., serta jajaran Forkopimda lainnya, di antaranya Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, Kajari Nganjuk Ika Mauluddhina, S.H., M.H., dan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, S.Sos. Turut hadir Sekda Kabupaten Nganjuk Drs. Nur Sholekan, M.Si., anggota DPRD, para camat, kepala desa, akademisi, mahasiswa, perwakilan ojol, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir serta menekankan pentingnya doa dan kebersamaan untuk menjaga daerah.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Kita berdoa bersama agar Nganjuk tetap aman, damai, dan terhindar dari gangguan. Kondisi saat ini memang rawan dimanfaatkan pihak tertentu, maka mari kita perkuat persatuan dan jangan mudah terprovokasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jangan mudah terpengaruh hoaks di media sosial. Kita harus bisa memilah mana berita benar dan mana yang menyesatkan. Tindakan tegas adalah langkah terakhir, namun Polres Nganjuk selalu siap menjaga agar wilayah tetap kondusif. Mari bersama-sama kita jaga Nganjuk agar aman dan tenteram,” ujarnya.

Salah satu peserta dialog, Iwan, perwakilan dari PSMTI Nganjuk, menyampaikan dukungan terhadap aparat kepolisian.

“Kami kurang setuju kalau polisi dijadikan kambing hitam. Justru kami berharap unit siber Polres Nganjuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu menyesatkan,” ungkapnya.

Doa bersama lintas agama ini menjadi momentum penting untuk mempererat toleransi, kerukunan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi perekat persaudaraan antar umat beragama di Kabupaten Nganjuk, sekaligus benteng pertahanan sosial menghadapi dinamika situasi yang berkembang. Dengan kebersamaan dan doa, Nganjuk diyakini akan tetap aman, damai, dan kondusif. (acha)

Berita Terkait

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa
Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang
Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?
Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila
Terekam CCTV Pencurian Gabah Warga di Nganjuk
Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kang Marhaen Ajak Generasi Muda Teruskan Api Perjuangan
SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 Segera Dibuka, 100 Persen Beasiswa

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:24

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:22

Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:27

Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05

Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:44

Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen

Berita Terbaru