Komunitas Wanita Bersanggul Indonesia Kukuhkan Komitmen Budaya Lewat Kopdar di Nganjuk

Minggu, 6 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Komunitas Wanita Bersanggul Indonesia (WBI) menggelar kopi darat (kopdar) perdana di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya sanggul dan kebaya. Acara yang berlangsung pada Minggu (6/7/2025) di Warung Lesehan Pak Brodin, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon ini dihadiri lebih dari 100 anggota WBI dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antaranggota sekaligus sarana mempererat hubungan komunitas perempuan pecinta budaya Nusantara. Yang lebih penting, acara ini mengusung misi mengajak para perempuan Indonesia untuk kembali mencintai sanggul dan kebaya sebagai identitas khas wanita Indonesia.

Ketua Umum WBI, Arida Djaohar, dalam sambutannya mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk menjaga dan melestarikan budaya sanggul dan kebaya.
“Sanggul adalah ciri khas wanita Indonesia. Mari kita lestarikan budaya ini dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, pendiri sekaligus penasehat WBI Pusat, Sami Rahayu, mengungkapkan bahwa kopdar di Nganjuk ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperluas jangkauan WBI di Jawa Timur. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para anggota dari wilayah seperti Surabaya, Kediri, Sidoarjo, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk menunjukkan antusiasme tinggi terhadap gerakan pelestarian budaya tersebut.

“Kopdar perdana ini menjadi tonggak untuk memperkuat jejaring kami di Jawa Timur. Apalagi pada Oktober mendatang, WBI akan genap berusia tiga tahun dan akan dirayakan di Kota Malang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sami menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin terkikisnya penggunaan sanggul dan kebaya di kalangan generasi muda.
“Kita tidak ingin sanggul dan kebaya hilang dari peradaban. Bahkan, bila kita tidak peduli, bisa saja nanti budaya ini diklaim oleh negara lain. Inilah alasan kuat mengapa komunitas ini hadir,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar warisan budaya ini tidak hanya dikenang, tapi juga dijaga dan diwariskan.

Ketua WBI Nganjuk, Riyanti, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menjelaskan bahwa WBI Nganjuk masih tergolong baru dengan jumlah anggota sebanyak 12 orang, yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Patianrowo, Lengkong, Bagor, Loceret, dan Kemlokolegi.

Meski baru terbentuk, kami optimis jumlah anggota akan terus bertambah. Acara kopdar seperti ini akan kami gelar secara berkelanjutan di berbagai koordinator wilayah (korwil) lainnya, ujarnya.

Melalui kegiatan ini, WBI berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang bangga mengenakan sanggul dan kebaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk acara formal, tapi sebagai bentuk cinta terhadap budaya luhur bangsa.

( gik)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan
Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying
Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman
Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk
Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C
Bupati dan Wabup Turun Langsung ke Gondang, Wawasan Kebangsaan Jadi Momentum Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan Banjir
Polres Nganjuk Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kapolres: Pencegahan Harus Dimulai Sejak Dini
Pendopo Samudra Madu: Nguri-uri Budaya Jawi lan Semangat Swasembada Pangan ing Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:30

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:16

Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying

Sabtu, 7 November 2026 - 08:11

Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman

Jumat, 6 November 2026 - 12:40

Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk

Jumat, 6 November 2026 - 08:38

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C

Berita Terbaru