Aksi Main Hakim Sendiri, Pria Diduga Salah Sasaran Jadi Korban Pengeroyokan di Nganjuk

Selasa, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Sebuah aksi main hakim sendiri kembali terjadi dan menghebohkan warga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Aksi tersebut terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, tampak seorang pria menjadi korban kekerasan massa setelah dituduh hendak mencuri sepeda motor di Pasar Warujayeng.

Korban diketahui bernama Sonaji, berusia 30 tahun, warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa ini terjadi pada Senin (21/04/25), sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, Sonaji bukanlah seorang pencuri. Sang adik, Khoiriyah, menjelaskan bahwa kakaknya mengalami depresi berat dan gangguan penglihatan hingga 80 persen sejak rumah tangganya retak dan ia bercerai dari istrinya. Karena penglihatannya kabur, ia diduga salah mengira motor milik warga sebagai miliknya sendiri, lantaran jenis dan modelnya sangat mirip.

Khoiriyah, Adik Korban.

Khoiriyah, Adik Korban mengatakan, “Kakak saya itu sakit jiwa sejak cerai, dan matanya sudah kabur. Dia kira itu motor miliknya, padahal bukan. Tapi warga langsung main hakim sendiri tanpa tahu keadaannya.” ujar Khoiriyah

Kejadian bermula ketika Sonaji datang ke pasar dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih untuk berbelanja. Seusai berbelanja, ia kembali ke area parkir dan mencoba menyalakan motor yang ia kira miliknya. Namun, mesin tidak menyala karena kunci tidak cocok. Melihat hal itu, warga yang curiga langsung meneriakinya maling.

Tanpa klarifikasi, warga sekitar tersulut emosi dan secara spontan melakukan pengeroyokan terhadap Sonaji. Ia mengalami luka serius di bagian perut dan kepala akibat pukulan bertubi-tubi dari massa. Saat ini, ia masih terbaring lemah di rumah dan dalam perawatan jalan setelah menjalani visum

Yuwono, Tetangga Korban, mengatakan, “Dia memang udah lama stres, sering linglung. Harusnya warga bisa lebih bijak, bukan malah main pukul.” ujar Yuwono

Keluarga korban berharap agar kejadian ini tidak dianggap sepele. Mereka menuntut keadilan dan meminta agar pelaku pengeroyokan diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Nganjuk saat dikonfirmasi hingga saat ini masih belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.

Berita Terkait

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri
Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek
Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif
Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman
Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:30

Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07

Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:06

Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif

Berita Terbaru