Sampah di Bawah Jembatan Sungai Widas Picu Longsor di Desa Kutorejo, Nganjuk

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com– Sebuah bencana longsor melanda kawasan pinggir Sungai Widas di Desa Kutorejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Longsor yang terjadi akibat penumpukan sampah di bawah jembatan ini mengakibatkan tanah sepanjang 25 meter dan selebar 6 meter tergelincir, merusak rumah, gudang, serta kandang sapi milik warga setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, penumpukan sampah yang terdiri dari rumpun bambu, plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya di dasar jembatan menutup aliran sungai, menyebabkan arus air sungai menerjang sisi kanan dan kiri sungai. Kondisi ini semakin parah dengan curah hujan yang deras, memperburuk situasi di sekitar sungai.

Abdul Adi, pemilik gudang bawang merah yang amblas akibat longsor, menceritakan bahwa hujan lebat dan sampah yang menumpuk menjadi penyebab utama longsornya tanah di lokasi tersebut. “Sampah yang menutup aliran sungai ini menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar, hingga akhirnya merusak tanah dan bangunan di sekitar sungai,” ungkap Abdul, yang juga kehilangan sebagian besar gudangnya.

Longsor ini bukan kejadian baru, menurut Sumardi, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kutorejo. Longsor sudah terjadi sejak tahun 2022 akibat penumpukan sampah di bawah jembatan. Sejak saat itu, tanah warga yang terletak di sekitar jembatan terus mengalami pergeseran. “Kami sudah mengajukan surat kepada Bupati untuk meminta bantuan alat berat guna membersihkan sampah yang menumpuk,” jelas Sumardi.

Meskipun sudah ada upaya pembersihan dengan melibatkan tim dari BBWS, UPT PU Pengairan, dan BPBD, pembersihan sampah terhambat karena jumlah sampah yang sangat besar. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kutorejo kembali mengajukan permohonan bantuan alat berat dari Dinas PUPR untuk mengatasi tumpukan sampah yang terus mengganggu aliran sungai dan memperburuk longsor.

Warga setempat berharap agar upaya pembersihan segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keselamatan mereka. Pemerintah daerah diharapkan bisa segera menanggapi permintaan ini dengan menyediakan alat berat untuk membersihkan sampah dan memperbaiki infrastruktur yang terdampak.

Berita Terkait

Peringati HUT Propam Polri ke-24, Polres Nganjuk Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Secara Berkala untuk Warga Lengkonglor
Peninggalan Era Majapahit, Warga Trayang Nganjuk Temukan Sumur Kuno di Tepi Brantas
Satlantas Polres Nganjuk Gelar Lomba Mural Keselamatan Lalu Lintas
DPC APJI Nganjuk Kunjungi Museum Keraton Surakarta, Kenalkan Sejarah dan Warisan Budaya Jawa
DPC APJI Nganjuk Gelar Javanese Wellness Workshop, Ajak Anggota Binaan Kenali Diri Lewat Budaya Jawa
Truk Mitsubishi Terperosok ke Sungai di Bagor Nganjuk
Polres Nganjuk Bekuk Dua Pengedar Sabu di Ngronggot
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Sawahan Nganjuk

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:31

Peringati HUT Propam Polri ke-24, Polres Nganjuk Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Secara Berkala untuk Warga Lengkonglor

Selasa, 29 September 2026 - 15:07

Peninggalan Era Majapahit, Warga Trayang Nganjuk Temukan Sumur Kuno di Tepi Brantas

Senin, 28 September 2026 - 13:32

Satlantas Polres Nganjuk Gelar Lomba Mural Keselamatan Lalu Lintas

Senin, 28 September 2026 - 11:36

DPC APJI Nganjuk Kunjungi Museum Keraton Surakarta, Kenalkan Sejarah dan Warisan Budaya Jawa

Sabtu, 26 September 2026 - 16:04

Truk Mitsubishi Terperosok ke Sungai di Bagor Nganjuk

Berita Terbaru