Temu Lapang 2024: Strategi Baru Menuju Ketahanan Pangan Bawang Merah di Jawa Timur

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Untuk mendorong terwujudnya ketahanan pangan di tingkat desa, serta sebagai pusat informasi pertanian mulai dari proses pengolahan tanah hingga penanaman, khususnya bawang merah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menggelar Temu Lapang Pencanangan Penerapan “Manajemen Tanaman Sehat Bawang Merah” yang berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk (30/10/2024).

Acara dihadiri perwakilan Pj Gubernur Jawa Timur, perwakilan Pj Bupati Nganjuk yang diwakili Plt Kepala Dinas Pertanian Nganjuk beserta OPD, perwakilan Kepala Bank Indonesia, serta MTS bawang merah se-Jawa Timur beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Istna Sofiana, menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran para tamu undangan di Kabupaten Nganjuk. “Kami ucapkan selamat datang. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan sektor pertanian menuju pertanian sehat dan berkelanjutan,” harapnya.

Lebih lanjut, Istna menyampaikan bahwa Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah nasional yang bertengger di posisi teratas di Jawa Timur.

“Tahun ini, luas tambah tanam bawang merah mencapai 14.139 hektare, dengan luas tambah panen 15.320 hektare. Sedangkan catatan hasil panen bawang merah dari Januari hingga September mencapai 155.545,5 ton. Ini tergolong kategori sedang, mengingat keluhan petani bawang merah terkait tingginya biaya produksi, mulai dari kebutuhan pupuk, obat-obatan pembasmi hama, hingga perawatan pascapanen,” jelas Plt Kepala Dinas Pertanian Nganjuk.

“Munculnya hama janda pirang pada tanaman bawang merah menyebabkan produksi tidak maksimal. Oleh karena itu, petani Kabupaten Nganjuk diharapkan berinovasi dan tanggap terhadap teknologi untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil yang aman serta ramah lingkungan,” tambahnya.

Akad, salah satu petani bawang merah asal Nganjuk, menjelaskan bahwa penanaman bawang merah dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada Juni–Agustus dan September–Oktober, di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Alhamdulillah, dengan menggunakan pupuk organik, hasil panen meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kami juga menerapkan kajian jarak tanam dengan harapan inovasi ini menjadi jawaban bagi petani dalam melanjutkan budidaya bawang merah,” harap Akad.

“Di sisi lain, kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang diberikan, sehingga penerapan dan pengelolaan tanaman ini dapat dijalankan dengan efektif. Dengan penerapan aph secara maksimal, kualitas dan kuantitas meningkat, serta biaya menjadi lebih efisien,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan
Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying
Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman
Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk
Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C
Bupati dan Wabup Turun Langsung ke Gondang, Wawasan Kebangsaan Jadi Momentum Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan Banjir
Polres Nganjuk Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kapolres: Pencegahan Harus Dimulai Sejak Dini
Pendopo Samudra Madu: Nguri-uri Budaya Jawi lan Semangat Swasembada Pangan ing Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:30

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:16

Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying

Sabtu, 7 November 2026 - 08:11

Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman

Jumat, 6 November 2026 - 12:40

Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk

Jumat, 6 November 2026 - 08:38

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C

Berita Terbaru