Diduga Batok Kepala Manusia Purba Ditemukan di Hutan Tritik Rejoso Nganjuk

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com –  Masyarakat kabupaten Nganjuk kembali heboh, selang sebulan setelah di temukan stigodon (gajah purba) kini kembali ditemukan benda purba yang di duga fosil cranium.

Temuan tersebut berasal dari kawasan hutan Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Cranium tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anggota komunitas Kotasejuk, Suprianto, saat mencari jamur di sekitar aliran Sungai Tritik beberapa waktu lalu.

Saat itu, Suprianto mendapati fragmen tulang yang mencurigakan di area sungai.Setelah ditemukan, benda tersebut sempat dibawa pulang ke rumah sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak terkait.

“Benda yang saya temukan ini, sempat say bawa pulang terus saya laporkan ke dinas,” ujar Suprianto saat ditemui di kediamannya di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Selasa (30/12/2025).

Selain cranium yang diduga merupakan bagian tengkorak manusia purba, Suprianto juga menemukan sejumlah fragmen lain. Di antaranya bagian yang diduga mata kaki serta beberapa fragmen tulang lainnya.

Tak hanya itu, di lokasi yang sama juga ditemukan fosil hewan purba berupa potongan kaki dan tulang panggul gajah purba, serta fragmen kepala yang diduga milik kuda air purba.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk melalui bidang kebudayaan melakukan pendataan awal. Salah satu petugas yang menangani adalah Aries Trio Efendi.

Aries menyampaikan bahwa dugaan sementara mengarah pada cranium manusia purba, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut oleh ahli. “Dugaan sementara ini cranium manusia purba. Kita sudah konfirmasi ke Mas Unggul dari Museum Geologi Bandung. Nanti kita akan bersurat ke sana untuk diteliti lebih lanjut,” katanya.

Ia menambahkan, apabila hasil penelitian nantinya membenarkan dugaan tersebut, maka temuan ini akan menjadi yang pertama di Kabupaten Nganjuk. “Semoga saja ini benar manusia purba, dan ini menjadi temuan pertama kali di Nganjuk,” tambahnya.

Saat ini, seluruh temuan fosil tersebut telah diamankan dan dibawa ke Museum Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, untuk dilakukan observasi awal sebelum pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang dan ahli terkait.

Pihak Disporabudpar menegaskan, hasil akhir terkait usia dan jenis fosil masih menunggu kajian ilmiah resmi dari lembaga berkompeten. (red)

Berita Terkait

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri
Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek
Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif
Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman
Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:30

Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07

Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:06

Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif

Berita Terbaru