Wahyu Adiartono Terpilih sebagai Ketua Umum IASPRO Periode 2025-2030

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KabarNganjuk.com – Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-II di Gedung Sukofindo, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (20/9/2025). Munas yang mengusung tema “IASPRO Re:Charge – 5 Tahun Berkarya Merancang Arah Baru, Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak” ini secara resmi menetapkan Ir. Wahyu Adiartono, MBA., PhD sebagai Ketua Umum terpilih untuk periode 2025-2030.

Dalam pidatonya, Wahyu Adiartono menekankan pentingnya semangat Re:Charge sebagai upaya menyegarkan visi, misi, dan program organisasi agar lebih adaptif terhadap disrupsi teknologi, kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memberikan dampak nyata bagi ekosistem sertifikasi kompetensi di Indonesia.

Munas II IASPRO: Merevitalisasi Peran Asesor Menuju Indonesia Emas

Munas IASPRO ke-II menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian lima tahun perjalanan organisasi dan merumuskan arah baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Ulfah Mashfufa, bersama jajaran Anggota BNSP, Adi Mahfudz Wuhadji, Miftakul Aziz, Adji Martono dan Ketua Sekretariat BNSP Moh. Amir Syarifuddin.

Acara ini juga di hadiri oleh Dewan Pembina, Dewan Pengarah, dan Dewan Etika IASPRO. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BNSP, Ulfah Mashfufa, menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pengembangan sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional adalah memastikan pelayanan sertifikasi mudah diakses oleh masyarakat dan menjaga mutu sertifikasi.

Ia juga berharap para asesor profesional dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas pengelolaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan berkontribusi nyata terhadap daya saing sumber daya manusia (SDM) global.

“Asesor profesional adalah garda terdepan dalam menjaga mutu sertifikasi,” ujar Ulfah Mashfufa. “Kami ingin asesor mampu menjadi bagian dari sistem sertifikasi nasional yang berkualitas sekaligus berkontribusi nyata terhadap daya saing SDM secara global yang update dengan perkembangan teknologi,” tambahnya.

Ulfah Mashfufa juga menyampaikan beberapa kebijakan BNSP yang akan terus dikembangkan pada tahun 2025, antara lain:
• Pemeliharaan kompetensi Master Asesor.
• Evaluasi penerapan materi uji kompetensi terbaru.
• Perbaikan petunjuk teknis pelatihan dan sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom).
• Pembinaan dan pemeliharaan asesor lisensi.
• Pelaksanaan dan evaluasi berkala program magang Certified Master Asesor (CMA).
• Kebijakan pemeliharaan dan pemantauan kinerja asesor kompetensi oleh LSP.

Selain itu, Wakil Ketua BNSP Ulfah Mashfufa menekankan bahwa organisasi profesi seperti IASPRO memiliki peran strategis untuk beradaptasi dengan tiga isu besar, yaitu transformasi digital, ekonomi hijau dan berkelanjutan, serta keterbukaan global. Tanpa adaptasi, profesi akan tertinggal dan kehilangan relevansinya.

Misi dan Strategi Ketua Umum Terpilih

Ir. Wahyu Adiartono, Ketua Umum terpilih IASPRO, menyampaikan empat program utama yang akan diusungnya selama masa kepemimpinannya:
1. Pemetaan dan Penguatan Asesor Kompetensi: Membuat basis data nasional untuk pemetaan asesor berdasarkan bidang dan kebutuhan daerah.
2. Pengembangan Kapasitas dan Profesionalitas: Mengadakan pelatihan dan workshop tematik di daerah dan cabang.
3. Penguatan Organisasi Daerah dan Anggota: Memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah.
4. Kolaborasi Strategis dan Keberlanjutan: Menjalin kerja sama dengan organisasi terkait, BNSP, dan pihak lain untuk memberikan manfaat nyata bagi anggota dan publik.

Wahyu Adiartono optimistis dapat mengembangkan pembinaan asesor secara merata melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang saat ini tersebar di 16 provinsi di Indonesia.

Program ini bertujuan mengatasi penyebaran asesor kompetensi yang belum merata, di mana dari total 81.573 asesor tersertifikasi BNSP, mayoritas masih terkonsentrasi di beberapa wilayah.

Kerja sama dengan Perkumpulan Master Asesor Indonesia juga akan terus diperkuat untuk menjaga kualitas sistem sertifikasi nasional dalam upaya mewujudkan Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber :
Annie Savitri
HUMAS, IASPRO

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru