Diduga Sulit Ambil Sertifikat Meski Pinjaman Lunas, BRI Unit Lengkong Disorot Warga

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- BRI Unit Lengkong kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait dugaan kendala yang dialami nasabah dalam proses pengambilan jaminan sertifikat hak milik (SHM) meskipun pinjaman telah lunas. Kasus ini menambah daftar panjang polemik yang melibatkan unit tersebut, setelah sebelumnya pernah disorot dalam pengurusan sertifikat massal melalui program Larasita tahun 2016.

Seorang warga Desa Ngringin, Arif, mengungkapkan bahwa keluarganya mengalami kesulitan saat hendak mengambil kembali jaminan SHM dari BRI Unit Lengkong. Menurutnya, pihak bank meminta dokumen tambahan berupa berkas ABCD yang sudah hilang, sementara buku tabungan yang digunakan saat pengajuan dianggap tidak berlaku lagi karena telah ditutup.

“Padahal pinjamannya sudah lunas. Tapi ketika ingin mengambil SHM, diminta syarat tambahan yang tidak bisa kami penuhi karena dokumen itu sudah tidak ada,” ujar Arif.

Arif menambahkan, dirinya pernah mendampingi warga lain yang mengalami kasus serupa. Saat itu, sertifikat tanah yang diurus melalui BRI diduga telah dijadikan jaminan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik aslinya. Kejadian tersebut membuatnya semakin khawatir akan kemungkinan pelanggaran hak atas jaminan milik keluarganya.

Melalui organisasi Perkumpulan Dadung Dharmasila, Arif berencana melayangkan somasi kepada pihak BRI agar segera mengembalikan sertifikat yang menjadi hak keluarganya. Jika somasi tidak direspons dengan baik, ia menyatakan siap menempuh jalur hukum.

“Kami berharap BRI memperbaiki sistem pelayanan dan bersikap lebih transparan dalam proses pengembalian jaminan. Ini menyangkut hak nasabah,” tegas Arif.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatSapp, pihak BRI menjelaskan bahwa jaminan yang di simpan di BRI ada sekitar 2 ribuan, kalau data pendukung untuk mencari tidak di dukung, petugas harus cari 1 per 1 butuh waktu,” terangnya.

Berita Terkait

DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
Gagal Menyalip, Panther VS Ayla Adu Banteng di Kertosono, Dua Orang alami Lukano Ayla di Kertosono
Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk
Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati
BARONGAN Sikapi Dugaan Kekerasan Siswa SMKN 1 Gondang, Minta Pemeriksaan Transparan
Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap, Satresnarkoba Polres Nganjuk Sita Hampir 11 Gram Sabu Siap Edar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:49

DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:11

DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:05

DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15

Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:52

Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati

Berita Terbaru