Satgas Pangan Polres Ponorogo bersama TPID Pantau Bahan Pangan Jelang Idul Fitri

Jumat, 29 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO, KabarNganjuk.com – Dalam upaya mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan serta kualitas bahan pangan, Satgas Pangan Polres Ponorogo bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Ponorogo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar.

Kabagren Polres Ponorogo, Kompol Edy Suyono mengatakan Inspeksi dimulai dari gudang Bulog di Desa Madusari, Kecamatan Siman, dan dilanjutkan ke Pasar Legi Ponorogo serta Swalayan Surya di Jalan Juanda.

“Hasil sidak menunjukkan bahwa stok beras di gudang Bulog dan Pasar Legi cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan warga Ponorogo,”kata Kompol Edy, Rabu (27/3).

Dari pantauan Tim Satgas Pangan bersama TPID Ponorogo, harga beras terpantau menurun seiring dengan musim panen padi yang sedang berlangsung.

Sementara untuk harga cabai, bawang merah, dan bawang putih juga stabil dan cenderung menurun, dengan stok yang cukup tersedia.

“Tidak ditemukan adanya makanan yang kadaluwarsa selama inspeksi,”paparnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Ponorogo, AKBP Anton Prasetyo, menekankan pentingnya peran TPID dalam memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang perayaan lebaran.

Di tingkat kecamatan, koordinasi antara Kapolsek dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan tidak ada makanan kadaluwarsa atau rusak yang dijual kepada konsumen.

“Dengan langkah-langkah proaktif ini, TPID Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan pangan, demi kesejahteraan masyarakat setempat,”pungkasnya.

Kegiatan sidak kali ini juga diikuti oleh berbagai pejabat dan instansi terkait, termasuk Asisten 2 Bupati Ponorogo bidang Ekonomi, Kepala Bagian Operasional Kepolisian Ponorogo, Kepala Cabang Bulog Ponorogo, serta anggota Satgas Pangan. (*)

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Marhaen Ajak Santri Nganjuk Berinovasi Menuju Indonesia Emas
Pengacara Dampingi Lilik, Penjual Rempeyek yang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif di Nganjuk
Korban Dugaan Kredit Fiktif Mengadu ke Bupati Nganjuk, Berharap Ada Solusi
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Nganjuk Gelar Donor Darah dengan Target 50 Kantong
Polres Nganjuk Sita 1.589 Pil Dobel L, Dua Pria Diamankan
Pinjaman Rp690 Juta Atas Nama Suami yang Telah Meninggal, Warga Nganjuk Pertanyakan Kredit BRI
Diduga Berawal dari Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan Garasi di Tanjunganom
JPU Tolak Seluruh Dalil Pledoi Terdakwa Kasus Sukorejo Loceret

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Marhaen Ajak Santri Nganjuk Berinovasi Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:57

Pengacara Dampingi Lilik, Penjual Rempeyek yang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif di Nganjuk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10

Korban Dugaan Kredit Fiktif Mengadu ke Bupati Nganjuk, Berharap Ada Solusi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:10

HUT ke-75 Humas Polri, Polres Nganjuk Gelar Donor Darah dengan Target 50 Kantong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:03

Pinjaman Rp690 Juta Atas Nama Suami yang Telah Meninggal, Warga Nganjuk Pertanyakan Kredit BRI

Berita Terbaru