Ngronggot – Kabar Nganjuk https://kabarnganjuk.com Autentik Dan Terpercaya Tue, 06 Apr 2021 03:04:51 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.16 Tingkatkan Ekonomi, Wisata Tani Berdayakan Warga Desa Betet https://kabarnganjuk.com/tingkatkan-ekonomi-wisata-tani-berdayakan-warga-desa-betet/ https://kabarnganjuk.com/tingkatkan-ekonomi-wisata-tani-berdayakan-warga-desa-betet/#respond Tue, 22 Sep 2020 08:55:13 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=9920 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Wisata Tani Betet yang terletak di Dusun Barik Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu wisata yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Terbukti, sejak dibuka tahun 2018, Wisata yang berdiri diatas tanah seluas 300 ru ini mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Ketua Pengurus Wisata Tani Betet, Heri Siswanto mengatakan bahwa wisata ini berawal dari ide normalisasi sungai Apur. Karena setiap musim hujan tiba, terjadi pendangkalan sungai dan dari tahun ke tahun ukuran sungai semakin mengecil, sehingga kelebihan air hujan yang menggenangi sawah tidak dapat dibuang ke sungai apur seperti semestinya, bahkan air sungai meluap hingga membanjiri sawah.

Ketua Pengurus Wisata Tani Betet Heri Siswanto

“Akhirnya pada tahun 2016 ide normalisasi sungai Apur di respon oleh PG Mrican yang semula lebarnya hanya 1 meter menjadi 6 meter. Lalu, tanggal 10 November 2016 Dinas Perikanan turut serta dalam acara peresmian normalisasi sungai Apur 5 dengan memberikan bibit ikan bersisik sebanyak 10.000 ekor,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya wisata Tani ini juga cukup membantu peningkatan ekonomi bagi warga sekitar desa Betet. “Didepan juga sudah disediakan untuk warga yang ingin berjualan. Sehingga bisa menambah penghasilan masyarakat Desa Betet,” tambah Heri.

Kios-kios di depan Wisata Tani Betet

Sementara itu, Supinah warga Desa Betet yang berjualan di kios Wisata Tani Betet merasa terbantu dengan adanya kios tersebut. Meskipun sempat tutup selama 5 bulan karena Covid-19, kini Supinah kembali bisa berjualan seperti biasanya.

“Saya kan sebelumnya ibu rumah tangga. Tapi semenjak ada Wisata Tani Betet ini, saya bisa berjualan dan hasilnya bisa untuk membantu perekonomian keluarga,” kata Supinah.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/tingkatkan-ekonomi-wisata-tani-berdayakan-warga-desa-betet/feed/ 0
Gelar Reses, Istu Hari Subagio Tampung Aspirasi Dari Masyarakat https://kabarnganjuk.com/gelar-reses-istu-hari-subagio-tampung-aspirasi-dari-masyarakat/ https://kabarnganjuk.com/gelar-reses-istu-hari-subagio-tampung-aspirasi-dari-masyarakat/#respond Thu, 17 Sep 2020 03:54:03 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=9836 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Jatim 11 (Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun) Istu Hari Subagio menggelar serap aspirasi masyarakat di 4 titik di Kabupaten Nganjuk.

Salah satunya, Reses tersebut digelar di balai Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Rabu malam (16/09/2020) yang dihadiri langsung oleh Istu Hari Subagio yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Golkar, Mohammad Yasin Kepala Dinas PMD Jawa Timur, Firman Adi Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Nganjuk, Karyo Sulistio Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Kepala Desa Klurahan serta Forkopimdes.

Dalam sambutannya, Istu mengatakan bahwa dalam reses kali ini dirinya menampung beberapa aspirasi masyarakat seperti salah satunya sistem KBM secara tatap muka. Dirinya menambahkan, apabila sudah diterapkan Adaptasi Kebiasaan Baru dan daerah tersebut masuk zona hijau maka bisa diberlalukan sistem KBM tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Istu Hari Subagio yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim

“Karna titik lokasi yang digunakan untuk menggelar Reses ini adalah zona hijau, saya berharap tetap dipertahankan. Serta tetap menerapkan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur yang memenuhi undangan Istu Hari Subagio, menjelaskan bahwa Reses ini merupakan salah satu media yang baik bagi pemerintah Provinsi. Karena selama reses, bisa mendengar langsung permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

”Terkait pendampingan BumDes dalam rangka pengadaan beras bansos, kita sedang mengusulkan bahwa BumDes tersebut diharapkan bisa menjadi e-warung nya untuk bantuan pangan non-tunai. Namun, sampai hari ini masih terkendala karena regulasinya, dimana tidak memperbolehkan BumDes sebagai penyalur bantuan pangan non tunai,” tegasnya.

Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Sementara itu, Reses berlangsung lancar karena peserta yang datang sangat antusias dan komunikatif dalam penyampaian saran untuk pembangunan desa.

Seperti, Joko Murtejo petani dari Desa Kalianyar menyampaikan terkait pupuk subsidi yang langka. “Saya berharap pupuk subsidi di Jawa Timut jangan dikurangi 50 persen, tapi 20 persen saja,” jelasnya.

Ketua LMD (Lembaga Musyawarah Desa) Desa Ngronggot Badrus mengatakan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan jalan raya untuk kepentingan pribadi. “Pengguna jalan merasa jengkel karena adanya masyarakat yang menggunakan jalan raya. Memang itu jalan masyarakat, tapi itu bisa buat resah. Saya usul kebijakan pemerintah, bahwa jalan antar desa tidak boleh digunakan hajatan. Usul saya, agar desa punya gedung untuk masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Suharto dari Desa Sonoageng memberikan usulan terkait anak sekolah agar bisa masuk sekolah kembali. “Mall dan pasar buka dengan ratusan dan ribuan orang. Sekolah yang hanya 70 siswa saja kok gak di masukan,” tegasnya.

Selanjutnya, BPD Kelutan Muk Alim menambahkan terkait pertanian sebagai penopang kehidupan yang mendasar. “Ada poktan dan gapoktan. Apa bisa dimiliki oleh pribadi, kalau tidak bagaimana solusinya?” terangnya.

Setelah serap aspirasi, Karyo Sulistio menjawab pertanyaan terkait jalan umum dan sekolah dengan sistem KBM tatap muka yang sudag dibahas oleh DPRD Kabupaten Nganjuk.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/gelar-reses-istu-hari-subagio-tampung-aspirasi-dari-masyarakat/feed/ 0
Lakukan Aksi Curat Di 11 TKP, Pria Ini Dibekuk Team Resmob Macan Wilis https://kabarnganjuk.com/lakukan-aksi-curat-di-11-tkp-pria-ini-dibekuk-team-resmob-macan-wilis/ https://kabarnganjuk.com/lakukan-aksi-curat-di-11-tkp-pria-ini-dibekuk-team-resmob-macan-wilis/#respond Sat, 12 Sep 2020 03:41:25 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=9770 Ngronggot, KabarNganjuk.com- KA (30) warga Dusun Sumbergayu RT 01 RW 05 Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Loceret dengan di back up Team Resmob Macan Wilis Polres Nganjuk karena ulahnya melakukan aksi pencurian berupa wayer diesel (pomda diesel), Kamis (10/09/2020).

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto melalui Kasubbag Humas Polres Nganjuk mengatakan bahwa penangkapan terhadap KA berawal dari Muhammad Tri Basuki (34) yang melapor ke SPKT Polsek Loceret karena telah kehilangan Wayer Diesel. Lalu, dilakukan introgasi terhadap Rosicun (48) tukang rosok yang mengaku telah membeli Wayer Diesel NS 100, diduga hasil kejahatan. Lalu, dilakukan penyitaan terhadap Wayer Diesel NS 100 yang ternyata adalah milik Muhammad Tri Basuki.

“Kemudian dilakukan penyidikan dan penangkapan terhadap pelaku KA di dalam rumahnya. Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti 4 buah Wayer Diesel yang terdiri dari 3 buah NS 80 dan 1 buah NS 100 serta 3 buah kunci pas untuk melepas Wayer tersebut.

Kendaraan yang digunakan untuk melancarkan aksi

Selain melakukan Curat di Wilayah Loceret, pelaku juga mengaku bahwa dirinya sudah melakukan Curat Wayer Diesel di sekitar 11 TKP diantaranya Kecamatan Tanjunganom 2 TKP, Kecamatan Sukomoro 5 TKP, Kecamatan Pace 1 TKP, Kecamatan Ngronggot 2 TKP dan Kecamatan Kertosono 1 TKP.

Selanjutnya barang bukti dan tersangka dibawa ke Polsek Loceret guna proses penyidikan lebih lanjut.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/lakukan-aksi-curat-di-11-tkp-pria-ini-dibekuk-team-resmob-macan-wilis/feed/ 0
Sudir Santoso DPN Parade Nusantara, Desa Adalah Cikal Bakal Negeri https://kabarnganjuk.com/sudir-santoso-dpn-parade-nusantara-desa-adalah-cikal-bakal-negeri/ https://kabarnganjuk.com/sudir-santoso-dpn-parade-nusantara-desa-adalah-cikal-bakal-negeri/#respond Tue, 04 Aug 2020 06:54:26 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=9047 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Apa yang dinikmati kepala desa sekarang merupakan hasil perjuangan kepada desa senior. 9 tahun demo, 11 kali demo hanya untuk memperjuangkan Undang-Undang desa agar memiliki legalitas hukum yang jelas dan transparan.

Hal itu dikatakan Sudir dalam acara silaturahmi dan konsolidasi dalam rangka soliditas organisasi persatuan rakyat desa nusantara bersama AKD dan PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) kabupaten Nganjuk, Selasa (04/08).

Masih kata Sudir, Desa adalah pondasi negeri dan Desa adalah cikal bakal negeri. “Saya pernah mengancam jika sampai Undang-Undang Desa tidak disahkan, maka saya akan menyatukan suara kepala desa dan perangkat desa secara tegas menolak tugas perbantuan politik,” tegas Sudir.

Sudir saat memberikan sambutan didepan seluruh kepala desa se-Kabupaten Nganjuk

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Parade Nusantara Kabupaten Nganjuk Edi Santoso Ketua Komisi IV DPRD, Ketua BPKD Kabupaten Nganjuk Suparlan, Kajari Nganjuk yang diwakili Kasidatun Kejaksaan Negeri Nganjuk Jimmy Sandra, Kasat Intel Polres Pramono, Dedy Nawan Ketua AKD Kabupaten Nganjuk, kepala desa Klurahan Herry Purwanto, Camat Ngronggot, Forpimcam kecamatan Ngronggot, Forkompimdes, seluruh kepala desa beserta perangkat desa se-kabupaten Nganjuk dan paguyuban kepala desa Bojonegoro.

Acara berlangsung di Pendopo Balai Desa Klurahan kecamatan Ngronggot, Kades Klurahan Herry Purwanto menyampaikan bahwa dalam kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk kembali memikirkan desa.

“Disini kita berdiskusi, bagaimana cara kita sama-sama memikirkan dan merencanakan pembangunan desa. Apalagi adanya Undang-Undang No. 2 Tahun 2020,” ungkapnya.

Edi Santoso Ketua Parade Nusantara Kabupaten Nganjuk

Edi Santoso ketua Parade Nusantara Kabupaten Nganjuk mengatakan bahwa seluruh jajaran pemerintahan desa sudah seharusnya berada di garis terdepan untuk memperjuangkan pembangunan. “Suksesnya pembangunan negera bisa dilihat dari bagaimana pembangunan desanya,” pungkasnya.

Dedy Nawan Ketua AKD sekaligus kepala Desa Gejagan Loceret menjelaskan bahwa pertemuan kali ini adalah waktunya seluruh jajaran desa merapatkan barisan untuk pembangunan desa yang lebih baik dan lebih maju.

“Roh kita ada di desa, mari kita lanjutkan pembangunan desa. Dana desa bisa kita perjuangkan bersama-sama. Semata-mata hanya untuk desa,” kata Dedy Nawan.

Kepala desa se-Kabupaten Nganjuk yang turut hadir dalam acara tersebut

Haris Djatmiko kepala PMD kabupaten Nganjuk mengatakan butuh sinergi informasi lintas desa sebagai tindak lanjut UU No. 2 dalam penggunaan Dana Desa dalam rangka penanganan Covid-19.

“Penjelasan sosialiasi dan pelaksanaan UU No. 2 belum diterima. Sehingga kami mohon maaf, selanjutnya kami akan koodinasi terkait UU No. 2 Tahun 2020. Semoga Pembangunan desa semakin maju,” kata Haris.

Seperti yang diketahui, parade nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan yang anggotanya mayoritas terdiri dari masyarakat pedesaan dengan pilar penyangganya adalah aparatur pemerintahan seperti kepala desa, perangkat desa, mantan kepala desa, mantan perangkat desa serta Badan Permusyawaratan Desa.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/sudir-santoso-dpn-parade-nusantara-desa-adalah-cikal-bakal-negeri/feed/ 0
Pergi Mencari Ikan, Sahrul Temukan Ratusan Peluru Aktif di Sungai https://kabarnganjuk.com/pergi-mencari-ikan-sahrul-temukan-ratusan-peluru-aktif-di-sungai/ https://kabarnganjuk.com/pergi-mencari-ikan-sahrul-temukan-ratusan-peluru-aktif-di-sungai/#respond Fri, 03 Jul 2020 04:04:05 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=8545 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Sahrul Halim (42) warga desa Cengkok kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk saat sedang mencari ikan di sungai Brantas masuk desa Kelutan kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk menemukan sebanyak 566 buah peluru aktif.

Bermula dengan rasa penuh kecurigaan, Sahrul yang saat itu mencari ikan di bantaran sungai dengan cara menyetrum. Dirinya melihat ada kardus yang mulai rusak di dalam sungai. Karena rasa penasaran, Sahrul membuka bungkusan kardus tersebut dan dirinya melihat isi kardus tersebut adalah ratusan butir peluru.

Kabag Humas Iptu Roni Yumantara

Melihat hal tersebut, dirinya bergegas melaporkan penemuan itu ke Mapolsek dan Koramil Ngronggot. Akhirnya, ratusan peluru aktif itu diamankan di Mapolsek Ngronggot dan dilimpahkan ke Mapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto melalu Kabag Humas Iptu Roni Yumantara membenarkan adanya penemuan peluru aktif dari berbagai jenis.

Peluru diamankan di Mapolres Nganjuk

“Mulai dari jenis Munisi Jungle sebanyak 144 buah, Munisi M 193 5.56 MM sebanyak 219 buah, Munisi 308 Winchaster 702 sebanyak 203 buah, 1 buah charger mobil dan sepasang pengikat sandang senjata,” ungkap Iptu Roni.

Melihat dari fisik peluru, terlihat barang ini sudah lama dimiliki seseorang hingga akhirnya dibuang di sungai. Saat ini seluruh barang bukti diamankan di gudang senjata Mapolres Nganjuk dan polisi masih melakukan penyelidikan siapa pemilik peluru aktif tersebut.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/pergi-mencari-ikan-sahrul-temukan-ratusan-peluru-aktif-di-sungai/feed/ 0
Tolak PDP Isolasi Di Rumah, Warga Desa Cengkok Blokade Jalan https://kabarnganjuk.com/tolak-pdp-isolasi-di-rumah-warga-desa-cengkok-blokade-jalan/ https://kabarnganjuk.com/tolak-pdp-isolasi-di-rumah-warga-desa-cengkok-blokade-jalan/#respond Tue, 28 Apr 2020 04:02:32 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=7600 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Warga desa Cengkok kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk melakukan isolasi wilayahnya guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Warga setempat memasang palang bambu yang djaga beberapa orang untuk membatas aktivitas warga di luar desa Cengkok. Bahkan akibat isolasi wilayah tersebut, warga juga menolak kedatangan PDP yang juga warga Cengkok masuk ke wilayah desanya.

Pasalnya, setelah menjalani isolasi di rumah sakit Muhammadiyah Kediri, warga desa Cengkok kecamatan Ngronggot yang ditetapkan sebagai PDP kini berencana untuk melakukan isolasi mandiri dirumahnya, Senin (27/4/2020).

Namun karena dianggap belum sembuh dan warga merasa was-was bisa akan tertular virus Corona, Akhirnya puluhan warga desa Cengkok menutup akses jalan desa. Selain itu, warga setempat juga mengisolasi wilayah yang berada di sekitar rumah warga yang berstatus PDP tersebut.

Akibat aksi penolakan puluhan warga tersebut, ambulans yang membawa pasien PDP tidak bisa memasuki wilayah desa Cengkok menuju rumah pasien pdp.

Kamsuri kepala desa Cengkok kecamatan Ngronggot

Kamsuri selaku kepala desa Cengkok mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan oleh warga guna mengantisipasi pencegahan Covid-19, warga juga takut akan tertular virus Covid-19, selain itu warga juga mendapat info jika warga yang berstatus PDP tersebut saat di isolasi di RS Muhammdiyah Kediri sering tidak patuh dan sering pergi berkeliaran keluar.

“Ada rasa takut oleh warga, karena memang itu kan penyakit yang berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Polsek Ngronggot bersama pemerintah desa Cengkok berusaha bermusyawah bersama warga agar situasi menjadi kondusif. Musyawarah yang di hadiri langsung oleh Kapolsek Ngronggot Kompol Sugeng akhirnya berhasil meredakan situasi serta mendinginkan suasana. Sehingga warga dapat menerima kepulangan warga pasien PDP, serta membongkar blokade jalan agar ambulan dapat masuk ke halaman rumah pasien PDP.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/tolak-pdp-isolasi-di-rumah-warga-desa-cengkok-blokade-jalan/feed/ 0
Wabah Covid-19, Warga Ngronggot Ini Mendulang Rupiah https://kabarnganjuk.com/wabah-covid-19-warga-ngronggot-ini-mendulang-rupiah/ https://kabarnganjuk.com/wabah-covid-19-warga-ngronggot-ini-mendulang-rupiah/#respond Fri, 03 Apr 2020 09:29:45 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=7197 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Penyebaran virus Corona atau Covid-19 begitu cepat meluas dari individu satu ke individu yang lain. Merebaknya virus tersebut membuat sebagian orang merasa panik dan takut untuk beraktifitas keluar rumah. Bahkan, sebagian besar masyarakat ada yang kehilangan mata pencahariannya.

Hal yang sama menimpa Nurul Khotimah warga Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Nurul yang bekerja di konveksi ini sedang mengalami penurunan omzet. Karena majikannya asal Surabaya yang biasa mengirim garapan tidak dapat mengirim karena himbauan pemerintah untuk tidak bepergian ke luar kota.

Karena kebutuhan ekonomi semakin lama semakin bertambah, akhirnya Nurul bersama temannya mencari inisiatif baru agar tetap mendapatkan penghasilan. Dirinya memutar haluan dengan cara menjahit masker. Melihat sekarang ini masker sudah langka dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Nampaknya inisiatif tersebut membuahkan hasil. Tidak perlu sampai keluar rumah, masker yang dia buat dengan teman-temannya berhasil dipasarkan, masker yang sudah jadi langsung diambil tetangga dan teman-temannya. Bahkan pesanan masker buatan Nurul deras mengalir. Meskipun, dirinya mengaku sempat kesulitan mendapatkan kain sebagai bahan masker.

“Bahkan sebelum dipasarkan sudah ada yang langsung membeli. Karena stock masker diluar juga tidak ada, jadi maskernya langsung diambil sendiri oleh pembeli,” ungkap Nurul.

Dalam satu hari saja, Nurul bisa menghasilkan 250 masker yang dikerjakan oleh 2 orang. Satu biji masker kain buatannya dijual dengan harga antara 3.500 rupiah hingga 4.000 rupiah. Dari hasil penjualan masker tersebut, Nurul bisa meraup keuntungan sebesar 400 ribu rupiah dalam satu bekerja.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/wabah-covid-19-warga-ngronggot-ini-mendulang-rupiah/feed/ 0
Pemdes Kelutan Sinau Bareng Dengan P4S Buana Lestari https://kabarnganjuk.com/sinau-bareng-pertanian-desa-kelutan-kerjasama-nu-dan-pemdes/ https://kabarnganjuk.com/sinau-bareng-pertanian-desa-kelutan-kerjasama-nu-dan-pemdes/#respond Sat, 29 Feb 2020 06:07:15 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=6850 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Pemerintah Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) menggelar kegiatan sinau bareng pertanian yang melibatkan Ahmad Syaiku selaku Ketua P4S Buana Lestari sebagai narasumber dan pendampingan.

Kegiatan yang digelar dengan menggunakan anggaran desa ini dihadiri petani muda dan warga NU. Kegiatan ini diadakan rutin setiap 35 hari sekali pada malam hari yang lebih dikenal dengan sebutan Ngaji Tani.

Yuni Rohmawati S,E selaku Kepala Desa Kelutan menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya petani desa, terutama petani muda agar permasalahan pertanian segera dapat diselesaikan serta mampu memanfaatkan lingkungan sekitar.

Dirinya juga menambahkan bahwa Petani Desa Kelutan harus cerdas, kritis, kreatif dan inovatif. Di sisi lain, generasi muda harus tampil dalam pertanian sebagai penerus kelangsungan petani Indonesia.

Mu’alim selaku Ketua NU Desa Kelutan juga menambahkan bahwa warga Desa Kelutan mayoritas warga NU terkesan seenaknya sendiri saat bertani, sehingga banyak menimbulkan permasalahan. Selain itu, Mu’alim berharap ada solusi permasalahan demi menyehatkan guru (P. Kyai).

Dirinya juga menambahkan bahwa warga Desa Kelutan ingin mengonsumsi hasil tani yang sehat. “Kami minta tolong kepada P4S untuk memandu kami.” ungkap Mu’alim.(Nur) 

]]>
https://kabarnganjuk.com/sinau-bareng-pertanian-desa-kelutan-kerjasama-nu-dan-pemdes/feed/ 0
Abdul Wahid, Satlinmas Adalah Garda Terdepan di Desa-Desa https://kabarnganjuk.com/abdul-wahid-satlinmas-adalah-garda-terdepan-di-desa-desa/ https://kabarnganjuk.com/abdul-wahid-satlinmas-adalah-garda-terdepan-di-desa-desa/#respond Wed, 29 Jan 2020 07:53:40 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=6574 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Masyarakat Kabupaten Nganjuk kembali disadarkan dengan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mulai menggalakkan lagi kegiatan Siskampling disetiap desa.

Kegiatan yang sudah mulai terkikis karena perkembangan zaman ini mulai di giatkan lagi melalui rapat finalisasi lomba siskampling yang digelar di kediaman Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid di Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot yang turut serta di hadiri oleh Kabag Administrasi Pemerintahan, Kabag Binmas Polres, Pasiop Kodim, Camat, Kapolres, Danramil dan Kasitlantib se-Kabupaten Nganjuk serta Kades yang desanya ditunjuk oleh Kecamatan untuk mengikuti lomba Siskampling 2020 ini.

Lomba Siskampling ini diadakan dalam rangka memperingati HUT Polisi Satuan Pamong Praja, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran yang nantinya akan dilaksanakan pada bulan Maret yang akan datang. Juara lomba Siskampling akan diberikan hadiah berupa piala dan uang pembinaan yang nantinya akan diserahkan saat upacara HUT satpol PP, Satlinmas dan Damkar di GOR Begadung Nganjuk.

Kegiatan yang diikuti oleh 20 desa se-Kabupaten Nganjuk ini akan dimulai pada tanggal 3 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Maret 2020. Salah satu alat kelengkapan operasional pos kampling yang akan dinilai adalah ketersediaan tongkat, tali dan kotak P3K. “Acara ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat.” Ungkap Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid.

Reporter : Irma

Editor : Siti Nur Kholifah

]]>
https://kabarnganjuk.com/abdul-wahid-satlinmas-adalah-garda-terdepan-di-desa-desa/feed/ 0
Bimbingan Teknis Petani Millenial, Hadirkan 2 Narasumber Handal https://kabarnganjuk.com/bimbingan-teknis-petani-millenial-hadirkan-2-narasumber-handal/ https://kabarnganjuk.com/bimbingan-teknis-petani-millenial-hadirkan-2-narasumber-handal/#respond Sun, 19 Jan 2020 00:05:50 +0000 https://kabarnganjuk.com/?p=6496 Ngronggot, KabarNganjuk.com- Dalam rangka untuk memotivasi petani – petani muda, ibu – ibu PKK, pengelola wisata dan kelompok tani, Sabtu (18/01/2020), Pemerintah Desa Betet Kecamatan Ngronggot menggelar Bimbingan Teknis Petani Millenial.

Acara yang bertemakan “Bertani di era modernisasi” tersebut menghadirkan dua narasumbek yakni Susanto yang merupakan Duta pembangunan petani millenial Ketua P4S Joglo Nganjuk yang bertempat di desa Gandu Bagor Nganjuk dan Ahmad Saikhu dari P4S Buana Lestari yang bertempat di Desa Betet Kecamatan Ngronggot.

Pada kesempatan tersebut, Susanto kepada KabarNganjuk.com dirinya menyampaikan, bahwa kegiatan ini untuk membantu memotivasi petani petani muda, ibu ibu PKK, pengelola wisata, dan kelompok tani, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk membangun SDM unggul yang berjiwa interprener bekerja cerdas dan Tangguh.

Sementara itu, Kepala Desa Betet Suhartini yang dengan semangat membuka acara tersebut juga menyampaikan, bahwa antusias warga sangat semangat, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, tegnologi yang sudah diterapkan oleh Duta millenial bisa diterapkan dan dikembangkan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Kegiatan ini dalam hal mendukung kegiatan desa wisata yang sudah terlihat dampaknya, dan diharapkan akan semakin maxsimal bila ditambah pola – pola yang di sampaikan duta melenial,” pungkas Suhartini.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh 52 peserta dari unsur PKK, Karang Tarunapl, Pengelola Wisata dan Kelompok Tani.(Red)

]]>
https://kabarnganjuk.com/bimbingan-teknis-petani-millenial-hadirkan-2-narasumber-handal/feed/ 0