Sunday , November 29 2020
Home / Koperasi & UKM / Suparlan Ketua KUD Bangun, Harus Mampu Bertahan Ditengah Persaingan
Suparlan Ketua KUD Bangun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Suparlan Ketua KUD Bangun, Harus Mampu Bertahan Ditengah Persaingan

KabarNganjuk.com – ditengah persaingan usaha yang begitu ketat, sebuah lembaga ekonomi kerakyatan sejenis koperasi unit desa KUD dituntut bener-bener mandiri, harus mampu bertahan ditengah persaingan ketat tersebut. hal itu disampaikan Suparlan ketua KUD Bangun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kemandirian KUD yang saya maksud ini adalah kemandirian usaha KUD, dan ini tidak hanya melibatkan anggota namun demikian harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kecenderungan masyarakat yang konsumtif inilah yang harus kita tangkap sebagai peluang, meskipun itu sangat sulit dan butuh perjuangan serius.

Masih juga kata Suparlan, keberadaan KUD pada saat ini tidak lagi menarik perhatian masyarakat secara luas, jumlah anggota ribuan orang yang tersebar di 24 desa di Kecamatan Rejoso ini hanya fiktif, “Kenapa saya katakan fiktif, karena jika mengacu pada sisten koperasi, maka yang namanya anggota adalah mereka yang melakukan iuran rutin yang disebut simpanan pokok, sehingga koperasi tersebut bisa memiliki modal sendiri, sedang anggota KUD ini tidak membayar iuran,” ungkap Suparlan belum lama ini dikediamannya.

Karena itulah Suparlan ingin melakukan revitalisasi anggota, agar secara administratif KUD ini sehat sesuai keadaan yang sebenarnya, namun keinginan Suparlan tersebut belum bisa terwujut, lantaran pemerintah belum memperbolehkan, “Saya ingin merevitalisasi anggota KUD Bangun tapi masih menunggu aturan dari pemerintah, biarpun nanti KUD Bangun menjadi ramping tapi mentes (berisi : red) agar secara administratif semuanya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,” kata kakek satu cucu ini.

Bagi Suparlan perampingan anggota KUD ini dirasa perlu secepatnya, karena sesegera mungkin akan dilakukan penataan managemen KUD agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian di pedesaan, “memang sulit dan tidak mungkin bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan KUD, namun demikian minimal bisa bertahan dulu dan melangkah pasti meskipun lambat,” katanya.

Kemandirian KUD Bangun Kecamatan Rejoso ini memang tak lepas dari campur tangan pusat KUD Jawa Timur, karena salah satu unit usahanya yang masih dominan adalah USP yang terintegrasi dengan PUSKUD Jatim, sedangkan usaha lain seperti Rice Miling Unit RMU mengalami kefakuman, apalagi unit usaha pembayaran listrik yang terus menurun dikarenakan, era sekarang banyak orang membayar listrik melalui online atau juga sebagian lagi beralih ke pulsa listrik. namun Suparlan tidak menyerah, beberapa tahun lalu Suparlan bekerja sama dengan toko bangunan, untuk membangun kios-kios yang kemudian di sewakan, dan hasil sewa kios digunakan untuk membayar angsuran ditoko bangunan, tahun depan baru akan lunas, ungkapnya.

“Apabila kita terus melakukan terobosan-terobosan dan bekerja dengan serius serta iklas saya yakin KUD Bangun Kecamatan Rejoso ini akan benar-benar mandiri dan mungkin 3-4 tahun kedepan bisa jadi kita tidak lagi membutuhkan campur tangan pemerintah,” pungkasnya.(Ifah)

Check Also

Suparlan, Kemandirian Petani Harus Terwujud

Rejoso, KabarNganjuk.com- Kemandirian petani harus benar – benar terrealisasi tidak hanya menjadi jargon dan isapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *