Sunday , November 29 2020
Home / Seni Budaya & Pariwisata / Sebagai Wujud Syukur, Abah Solikin Nguri – Uri Budaya Jawa Tedak Siten Dan Tingkeban
Acara tedhak siten cucu Abah Solikin.

Sebagai Wujud Syukur, Abah Solikin Nguri – Uri Budaya Jawa Tedak Siten Dan Tingkeban

Tanjunganom, KabarNganjuk.com- Kebudayaan Jawa seolah menjadi sesuatu yang tidak menarik bagi anak muda, karena di masa sekarang banyak anak muda yang lebih tertarik dengan budaya luar. Maka dari itu, untuk tetap nguri – uri budaya jawa, Muhammad Solikin Al Irfani menggelar Tedhak Siten dan Tingkeban untuk cucu dan anaknya, Kamis (12/11).

Tedhak siten adalah rangkaian prosesi adat tradisional dari tanah Jawa yang diselenggarakan pada saat pertama kali seorang anak belajar menginjakkan kaki ke tanah. Tedhak berarti menginjak, dan Siten artinya tanah. Biasanya dilakukan saat anak berusia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak belajar menginjakkan kaki.

Acara Tedhak siten.

Sedangkan Tingkeban atau yang biasa dikenal dengan istilah mitoni, merupakan serangkaian prosesi yang dilakukan saat anak masih dalam kandungan berusia tujuh bulan. Bagi masyarakat Jawa, tingkeban menjadi doa dan pengharapan agar anak yang dikandung kelak menjadi anak yang baik dan berbakti.

Di kediamannya di desa Sonobekel Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk, disaksikan keluarga dan warga sekitar prosesi acara tedhak siten dan tingkeban berlangsung kidmat dan lancar.

Acara tingkeban

Muhammad Solikin Al Irfani yang akrab disapa Abah Solikin ini mengatakan, acara yang digelarnya merukapan wujud syukurnya sekaligus nguri – uri budaya jawa agar tak hilang begitu saja, serta anak cucunya agar paham bahwa di jawa ini mempunyai adat yang perlu dilestarikan. “Acara ini merupakan tradisi yang mengajarkan tentang keramah tamahan ahlakul karimah,” ujarnya.

Dirinya berharap anak cucunya nanti bisa melestarikan adat budaya kelahiranya yakni ditanah jawa ini, sehingga adat yang seperti ini bisa terus bisa dinikmati dan bisa lestari hingga dirinya menjadi kakek nenek.(Red)

Check Also

New Putro Budoyo, Geliat Seni Kuda Kepang Yang Hampir Punah

Tanjunganom, KabarNganjuk.com- Seni kuda kepang atau yang biasa disebut jaran kepang di wilayah pulau jawa khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *