Sunday , March 21 2021
Home / Pertanian & Perkebunan / Permentan Dikeluarkan, Petani Ketar-Ketir
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Yudi Ernanto

Permentan Dikeluarkan, Petani Ketar-Ketir

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Lagi–lagi petani merasa menjadi korban setelah pupuk diajukan pembagiannya oleh pemerintah di akhir tahun 2020, sehingga pupuk menghilang dari peredaran. Kemudian diawal tahun 2021, pemerintah menata regulasi pupuk yang di urus oleh PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company) , bahkan petani dikagetkan oleh kenaikan harga pupuk yang sebelumnya tidak ada pengumunan, Selasa (05/01/2020).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Yudi Ernanto mengatakan, apabila flasback ke tahun di 2020 alokasi pupuk memang terbatas sehingga harapan kami kemarin bisa bisa tertutup dengan pupuk non subsidi.

“Terkait kuota pupuk bersubsidi ini untuk tahun 2021, tanggal 30 Desember kemaren baru keluar Permentan nya terhadap valitasi pupuk bersubsidi pembagian ditingkat Provinsi. Sampai hari ini, kami masih menunggu SK dari Dinas Pertanian Provinsi sebagai dasar pendistribusian atau pengalokasian pupuk bersubsidi ditiap tiap kecamatan yang nantina akan disalurkan oleh kelompok tani dan petani,” ungkap Yudi.

Lalu, yang kedua terkait kenaikan harga, sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan bahwa untuk pupuk bersubsidi harga HET nya ada penyesuaian. Dimana hampir semua jenis pupuk ini mengalami kenaikan, kecuali NPK saja yang tidak naik.

Dirinya berharap kedepannya, harga dasar pembelian gabah nanti bisa lebih baik karena itu yang dapat membantu dalam rangka kesejahteraan petani. Sehingga dalam pembiayaan produksi petani bisa tertutup.

“Mulai tanggal 30 Desember kemaren, kami sudah koordinasikan dengan provinsi terkait dengan kuota atau alokasi di kabupaten seperti apa, sebagai tindakan kami membuatkan surat keputusan terkait dengan pengalokasian di masing masing kecamatan, artinya nanti pendistribusian ke kios dan penebusan oleh kelompok tani ini bisa lancar,” ujarnya.

Sedangkan, terkait dengan distributor pihaknya juga menunggu dari Petro apakah disetiap kecamatan distributor yang tahun 2020 dengan 2021 wilayah kerjanya tetap berubah.

“Ini juga menjadi satu pemikiran kami, sehingga kami belum berani untuk memerintahkan mengirim pupuk karena memang tidak ada kewenangan kesitu,” tegas Yudi.

Diketahui, dasar pembelian gabah merupakan patokan pemerintah dalam rangka menjaga hasil panen petani. Dengan informasi yang ada, harga eceran tertinggi untuk pupuk bersubsidi mengalami kenaikan.

“Harapan kami harga dasar pembelian gabah nanti, pemerintah juga bisa menyesuaikan akan lebih baik lagi. sehingga dari sisi input produsi dengan output harga produksinnya ini akan mendapatkan margin yang tetap positif sehingga kehadiran pemerintah saat ini untuk petani sangat aktif.” jelasnya.(Red)

Check Also

Kumpulkan Pundi-Pundi Rupiah, Ini Kisah Petani Organik Di Nganjuk

Pace, KabarNganjuk.com- Subsidi pupuk yang berkurang hingga 50 persen lebih membuat pupuk sulit ditemui di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *