Saturday , August 8 2020
Home / Pertanian & Perkebunan / P4S Joglo Nganjuk Go Internasional, Ini Harapan Susanto

P4S Joglo Nganjuk Go Internasional, Ini Harapan Susanto

KabarNganjuk.com- Dimulai dari ketekunan dan keuletan Susanto Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Jonglo Nganjuk yang bertempat di  Jl. Arum Dalu, Gandu, Kec. Bagor Nganjuk yang dapat menghasilkan inovasi – inovasi dibidang pertanian salah satunya Light Trap, hingga sekarang dirinya dinobatkan sebagai Duta Millenial Pertanian dan banyak berkolaborasi dengan beberapa lembaga P4S lain untuk membangun Pertanian yang tangguh, Mandiri dan Modern.

Didampingi Kepala BBPP Ketindan Malang Sumardi Noor, Susanto mulai merangkak ke Go Internasional dengan mempresentasikan salah satu inovasinya yakni Light Trap Insect di BBPP Ketindan Malang dihadapan pengusaha dari Negara Tanzania yakni Desdery Rutakyamilwa Celestine dan 8 orang lainnya dari unsur P4S datang ke Indonesia, Senin (02/03/2020).

Menurut Desdery Rutakyamilwa Celestine dari Tanzania, dirinya sangat tertarik dengan Light Trap yang dikembangkan dan dibuat oleh Susanto dan dirinya juga sangat mengapresiasi teknologi yang dibuat oleh Susanto.

“Disamping itu light trap ini sangat berguna untuk pengendalian insectida yang sering merusak tanaman. Alat seperti ini sangat dibutuhkan di lahan petani dengan hamparan yang luas dan yang penting bebas pestisida kimia,” ungkapnya.

Sementara itu, Susanto mengatakan hasil dari kegiatan kemarin yakni ada dua hal diantaranya yang pertama ada pelatihan pengolahan hasil pertanian tingkat intrnasional dari Suriname dan beberapa Negara Afrika serta melibatkan P4S bidang pengolahan hasil pertanian. “Waktu dan tanggalnya kemarin masih dibicarakan, Rencananya minggu ke 3 atau 4 bulan Maret,” ungkap Susanto, Selasa (03/03/2020).

Yang kedua kalau terkait hasil kunjungan ke P4S sangat baik, Untuk tindak lanjutnya masih dibicarakan internalsi Negara Tanzania.

“Harapan kami, terkait teknologi dalam rangka menyelamatkan bumi ini, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari desa, Pemkab bahkan Pemerintah Pusat, Karena membahas Hama adalah membahas Iklim, Iklim sebaiknya negara wajib terjun langsung ke lapangan, agar memahami betul apa saja yang terjadi di lapangan,” pungkas Susanto.(Red)

Check Also

Alumni Magang P4S Buana Lestari Ciptakan Inovasi Tabela

Prambon, KabarNganjuk.com- Sulitnya mencari tenaga tanam selama proses penanaman padi bisa menjadi beban tersendiri bagi para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *