Sunday , January 24 2021
Home / Jajah Deso Milangkori / Nominasi 7 Nasional, Kel. Mangundikaran Maju Wakili Jatim
Lurah Mangundikaran Hari Moektiono (kanan), Wabup Marhaen Djumadi (kiri).

Nominasi 7 Nasional, Kel. Mangundikaran Maju Wakili Jatim

KabarNganjuk.com- Wakil Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E, S.H, M.H, MBA menyambut tim juri verifikasi lapangan lomba “Desa Pangan Aman” di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, Kamis (06/02/2020).

Melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kegiatan lomba Desa Pangan Aman bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan di desa/kelurahan.

Serta perkuatan kapasitas desa dengan melakukan advokasi kelembagaan desa dan membentuk Kader Keamanan Pangan Desa ke arah kebutuhan fasilitasi yang lebih mendukung berkembangnya keamanan pangan desa/kelurahan secara berkelanjutan.

Selain itu, perlombaan “Desa Aman Pangan” ini merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui BPOM agar turut serta menjaga ketahanan pangan di masyarakat.

Turut hadir Wakil Bupati Nganjuk, Jajaran Forkopimda Nganjuk, Tim Juri Lomba Desa Pangan Aman (BPOM), Plt. Sekretaris Daerah Drs. Nur Solekan, M.Si, Asisten Pemerintahan, Kepala OPD, Camat Nganjuk Agus Irianto, S.Pd, dan Lurah Mangundikaran Hari Moektiono, S.STP, M.AP.

Tim juri verifikasi lapangan lomba “Desa Pangan Aman”.

Dalam sambutannya Kang Marhaen, sapaan Wakil Bupati Nganjuk, mengatakan sesuai UU 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa pemerintah berkewajiban menyediakan pangan yang dapat dijangkau serta bergizi 4 sehat 5 sempurna dan aman.

“ Inilah Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menggaris bawahi, bahwa pangan harus aman, “ Ujar Kang Marhaen.

Lebih lanjut Kang Marhaen berharap dengan adanya lomba pangan aman ini, kedepan bisa menjadikan Kelurahan Mangundikaran pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Nganjuk pada umumnya bisa meningkatkan perekonomiannya dan aman pangan.

Sementara itu, Perwakilan BPOM Surabaya, I Made menuturkan, bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dalam pemenuhanannya dan merukapan hak asasi manusia yang tercantum dalam UUD sebagai komponen dasar dalam mewujudkan Sumber daya Manusia yang berkualitas.

“Keamanan pangan tidak hanya tanggung jawab Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat melainkan tanggung jawab dari semua lapisan masyarakat. Karena masyarakat memiliki peran penting untuk mengkonsumsi pangan tersebut dan memilih pangan yang aman untuk dikonsumsi,” tambah I Made.

Menurut dia, untuk penilaian nanti BPOM berupaya agar melibatkan seluruh komponen masyarakat desa mulai dari komunitas, ibu PKK dan pelaku usaha.

Lurah Mangundikaran, Hari Moektiono, menjelaskan Kelurahan Mangundikaran berhasil melakukan akselerasi Tim/ Kader yang awal mulanya terdiri dari 4 Tim berkembang menjadi 8 hingga 9 Tim.

“Untuk Kader yang awal mulanya berjumlah 4 orang berkembang menjadi 76, yang pada akhirnya menjadi 80 orang Kader,“ ujarnya.

Untuk Komunitas, di Kelurahan Mangundikaran awal mulanya terdapat 5 Komunitas yang terdiri dari PIRT, PKK, PKL, Warung/ Retail, dan Pendidikan (Guru) yang masing-masing Komunitas tersebut jumlah anggotanya ada 10 orang sehingga dari ke-lima komunitas tersebut jumlah totalnya ada 50 orang. Dalam kurun waktu September – November, jumlahnya berkembang menjadi 1378 orang.

Berkembang pesatnya jumlah kader dalam kurun waktu yang cukup singkat tersebut, menjadikan Kelurahan Mangundikaran berhasil mencapai akselerasi yaitu melompati proses kegiatan yang semestinya dalam hal Pangan Aman ini.

Kemudian, kegiatan dilanjut dengan mengunjungi titik – titik yang dinilai oleh tim juri verifikasi lapangan lomba “Desa Pangan Aman”. Meliputi SDN 3 Mangundikaran, Pengusaha Jamu (rumah Pak Agus), Griya Puri Mangundikaran dan Abiza Chicken (Jl. Barito, Nganjuk).(Red)

Check Also

IKLAN DUKA IBU AFIATI

Share on: WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *