Friday , September 25 2020
Home / Politik & Pemerintahan / Nafhan Tohawi, BumDes Tangguh Harus Bisa Diversifikasi Usaha
(kanan) Drs. Nafhan Tohawi, SH., MH Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nganjuk

Nafhan Tohawi, BumDes Tangguh Harus Bisa Diversifikasi Usaha

Nganjuk, KabarNganjuk.com- BumDes merupakan Badan Usaha Milik Desa yang didirikan oleh pemerintah desa dan pengelolaanya dilaksanakan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Pasalnya BumDes didirikan sesuai potensi desa dan kebutuhan desa itu sendiri. Bahkan, Peraturan Desa juga mengatur terkait pembentukan BumDes tersebut.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Drs. Nafhan Tohawi,SH MH kepada KabarNganjuk.com mengatakan bahwa, untuk penataan BumDes pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Hal tersebut sesuai dengan program dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

Menurutnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menegaskan dan memerintahkan agar semua program dapat dilaksanakan dengan baik dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar dan kearifan lokal agar sirkulasi keuangan hanya berputar di Kabupaten Nganjuk.

Sampai detik ini diketahui bahwa ada 12 BumDes yang melakukan MOU dengan Dinsos dalam pengadaan bansos Covid-19 baik provinsi maupun kabupaten pada tahap pertama. Namun, pada kontrak kedua hanya 8 BumDes yang melanjutkan kontrak pengadaan bansos tersebut.

Menurut Nafhan, 8 bumdes tersebut merupakan BumDes tangguh yang sudah berkomitmen dalam hal manajemen masalah, manajemen administrasi, mutu produksi, dan komitmen untuk pemberdayaan warga sekitar.

Nafhan juga menambahkan bahwa BumDes yang tangguh adalah BumDes yang mampu melakukan diversifikasi usaha untuk komoditi lain untuk memenuhi keperluan KPM dari program lain, selain bansos Covid-19.

Sedangkan perkembangan kegiatan E-warong yang selama ini menjadi polemik di masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk merencanakan program jangka panjang dengan unsur pemberdayaan untuk proses kemandirian E-warong.

“Sekarang kita bentuk juga paguyuban E-warong. Yang nantinya bisa me-manage E-warong – E-warong yang ada di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

“Apabila sudah mantap E-warongnya, baru kita bekerja sama dengan pihak ketiga baik itu masalah permodalan ataupun komoditi,” tambah Nafhan.

E-warong atau Elektronik Warung Gotong Royong merupakan program bantuan subsidi dari sinergitas Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Kelompok Usaha Bersama (Kube). Pasalnya, program tersebut dinilai dapat meringankan beban keluarga tidak mampu yang ada di Indonesia.(Red)

Check Also

Resmikan Kantor MWC NU, Bupati Novi : Pemerintah dan NU Harus Bersinergi

Loceret, KabarNganjuk.com- Kantor merupakan tempat untuk melakukan kegiatan baik itu administrasi maupun rapat-rapat organisasi. Pasalnya, sarana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *