Sunday , January 24 2021
Home / Politik & Pemerintahan / Membaca Arah Politik DPC PDIP Nganjuk

Membaca Arah Politik DPC PDIP Nganjuk

KabarNganjuk.com- Beberapa hari lalu, Ketua DPC PDIP Nganjuk, Tatit Heru Cahyono, melayangkan surat peringatan kepada Bupati Novi Rachman Hidayat. Surat peringatan ini isinya bukan terkait masalah pemerintahan Kabupaten Nganjuk, melainkan kemarahan PDIP terhadap ketidak hadiran beberapa kali Novi dalam rapat dengan jajaran DPC PDIP. Pada hal, dalam rapat penting tersebut, bupati diberi undangan secara khusus.

Barangkali, surat peringatan ini merupakan puncak dari akumulasi rasa kecewa DPC PDIP terhadap sikap Novi Rachman Hidayat kepada partai moncong putih tersebut.

Seperti diketahui, PDIP mempunyai andil yang besar atas kemenangan Novi dalam pemilihan bupati tahun 2018 lalu. PDIP bersama PKB dan Partai Hanura mencalonkan pasangan Novi Rachman Hidayat – Marthen Jumadi dalam Pemilu Bupati tersebut.

Secara kultural, pasangan Novi- Marthen dianggap bisa mewakili warna aliran politik terbesar di Kabupaten Nganjuk, yaitu merah dan hijau. Meskipun Novi sendiri sangat terlihat latar belakang kulturnya sebagai santri, PDIP mengklaim, bawah ia merupakan kader partai tersebut. Karena PDIP mempunyai saham terbesar dalam pencalonan pemilihan bupati tahun 2018 lalu, dengan 11 kursi di DPRD. Sedangkan PKB 6 kursi dan Hanura 3 kursi. Namun dalam perjalanan selama ini, Novi lebih menampakan dirinya sebagai representasi PKB, ketimbang PDIP.

Beberapa hari setelah Tatit Heru Cahyono menggelar konferensi pers tentang surat peringatan kepada Novi tersebut, DPC PDIP Nganjuk menggelar acara peringatan HUT partai yang ke 48. Dalam acara itu diundang tokoh tokoh Nganjuk. Salah satu tokoh yang diundang adalah, Panito (50), orang kaya baru Nganjuk yang baru muncul. Dalam acara tersebut, seakan PDIP memberi panggung kepada Panito. Saat itu Panito diberi kesempatan berbicara kepada pers. Saat berbicara kepada pers, Tatit dan Wabup Marhen Jumadi yang merupakan kader tulen PDIP nampak ikut mendampingi.

Perlakuan istimewa terhadap Panito ini apakah merupakan tanda tanda bahwa PDIP mulai menjaring calon untuk pemilihan bupati yang akan datang yang bisa mengimbangi kekuatan Novi Rahman Hidayat.

Menurut kabar yang beredar, untuk kekuatan financial, Panito sudah tidak diragukan lagi. Sama dengan Novi, putra asli Nganjuk, kelahiran Ngluyu tersebut mempunyai usaha KSP yang berkembang pesat di sejumlah daerah. Sehingga pundi-pundi uangnya sangat besar. Kalau Novi berbagai usaha miliknya itu merupakan warisan dari orang tuanya, sedangkan bagi Panito, berbagai bidang usaha yang ia miliki sekarang ini merupakan hasil kerjanya sendiri.

Jika seandainya nanti, PDIP meminang Panito, berarti harus lepas dengan Novi Rachman Hidayat. Berdasarkan perolehan kursi di DPRD, PDIP sendiri sudah bisa mengajukan calon sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Bagaimana posisi Wabup Marhen Jumadi jika seandainya, PDIP benar benar meminang Panito ? Secara riil posisi Marhen di internal PDIP sangat kuat. Ada yang mengatakan, siapapun calon yang diusung partai moncong putih itu harus berpasangan dengan Marhen .

Dalam politik memang tidak ada hitam putih, semuanya bisa mungkin terjadi. Tergantung petunge (kesepakatan-red). Untuk posisi, bisa saja Marhen sebagai calon bupati, dengan perjanjian dan kesepakatan tertentu. Apalagi Marhen sudah bisa merasakan betapa tidak enaknya, seorang Wakil Bupati tidak diberi kewenangan .

Dan jika kelak kedua tokoh tersebut bisa menjadi pasangan calon, maka akan ada tambahan kekuatan, kemungkinan bergabungnya Partai Golkar. Karena menurut kabar yang beredar, Panito sendiri juga sangat dekat dengan partai beringin tersebut. Karena, ada hubungan emosional kedaerahan. Ketua DPD Golkar Nganjuk Maria Tunda Dewi, kelahiran Ngluyu sama dengan daerah kelahiran Panito.

Dengan demikian, jika koalisi tersebut bisa terbentuk, maka akan menjadi kekuatan. Hitungannya 13 kursi PDIP di DPRD ditambah 5 kursi Golkar jadi 18 kursi. Tulisan ini hanya sekedar prediksi, entah realitanya. Wallahu’ alam.

Oleh : Juwair (Wartawan Senior)

Check Also

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Nganjuk Berlalukan Sistem Kerja Shift Untuk ASN

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 061.2/76/411.032/2021 tentang penyesuaian sistem …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *