Sunday , January 24 2021
Home / Jajah Deso Milangkori / KPS Nganjuk Baksos ke Budi “Viral”, Begini Ceritanya
Kondisi rumah Budi di Desa Mojorembun

KPS Nganjuk Baksos ke Budi “Viral”, Begini Ceritanya

Rejoso, KabarNganjuk.com- Kompak Penuh Solidaritas Kabupaten Nganjuk bersama rombongan tiba di lokasi kantor Balai Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso tepat pukul 08.00 WIB. Mereka berkoordinasi dengan pihak pemdes terkait adanya usulan yang masuk ke KPS untuk kegiatan sosial bedah rumah.

Usulan tersebut berasal dari aktivis perempuan dari Desa Ngangkatan Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Namun demikian, dari hasil koordinasi KPS dengan pemerintah desa ada perbedaan dengan kabar yang sebelumnya diterima oleh KPS.

Budi warga Desa Mojorembun

Dari pihak pemerintah desa, dengan tegas menyatakan bahwas saudara Budi yang namanya disebut-sebut dalam media sosial dengan kondisi upload rumah yang memprihatinkan benar-benar penduduk Desa Mojorembun. Namun, rumah tersebut sudah diusulkan bedah rumah dan saat akan direalisasi ternyata terkendala kepemilikan lahan.

Diketahui, Budi (45) Warga Desa Mojorembun Kecamatan Rjoso, dua hari terakhir ini viral dimedia sosial. Pasalnya, dinding rumahnya yang terbuat dari kepang bambu itu jebol hampir merata dan memprihatinkan.

Penyerahan bantuan kepada Budi

Sarijan Ketua RW 1 menjelaskan, penyebabnya karena rumah dan tanah tersebut bukan hak milik Budi. “Melainkan masih atas nama Wosoredjo yakni alm. kakek Budi, yang hingga saat ini rumah tersebut masih menjadi hak milik waris anak dan cucu Wosoredjo,” jelasnya.

Senada dengan Ketua RW, Budi juga mengakui hal tersebut dan dirinya mengatakan bahwa baru 3 bulan terakhir ini sering tinggal di rumah milik kakek Wosoredjo.

Pengurus Kompak Penuh Solidaritas Nganjuk

“Dari 3 tahun lalu sebenarnya sudah ada pengajuan untuk bedah rumah, namun karena ada permasalahan terhadap hak kepemilikan akhirnya pihak desa belum bisa merealisasi,” tambah Sukiran selaku Bayan Mojorembun

Dengan persoalan yang dihadapi Budi, pemerintah desa memberikan waktu dan ruang kepada Budi untuk berunding kembali dengan keluarganya.

“Sebelah mana dan seberapa luas hak warisan dan kepemilikan Budi yang dituangkan dalam selembar kertas agar pemerintah desa bisa kembali mengusulkan dan menyiapkan bedah rumah untuk dirinya,” tambahnya.(Nur)

Check Also

IKLAN DUKA IBU AFIATI

Share on: WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *