Monday , March 22 2021
Home / Seni Budaya & Pariwisata / Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk Kunjungi Situs di Ngluyu Dan gondang

Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk Kunjungi Situs di Ngluyu Dan gondang

KabarNganjuk.com- Banyak situs bersejarah peninggalan terdahulu di kabupaten Nganjuk yang tak banyak orang tahu. Sebagai putra putri daerah Kabupaten Nganjuk yang masuk dalam Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk ini memiliki kegiatan rutin satu bulan sekali untuk berkunjung ke situs – situs bersejarah di Kab. Nganjuk.

Minggu (21/03) diikuti 18 orang bahkan dari luar kota pun berkunjung ke situs Pangeran Suro Mangun Joyo atau yang lebih dikenal dengan Mbah Gedong di Desa Ngluyu Kec. Ngluyu.

Pangeran Suro Mangun Joyo atau Mbah Gedong ini merupakan pengikut Sunan Giri, dan dianjurkan dianjurkan untuk membuka dan mendirikan desa di hutan Ngluyu dan Cabe.

Mbah Gedong akhrinya membabat hutan Ngluyu, dan didirikan Desa Ngluyu. Beliau menetap di Desa Ngluyu sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di sebelah barat laut Desa Ngluyu yang sampai sekarang kita kenal.

Situs shima area.

Usai di Situs Mbah Gedong, Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk bergeser ke makam Bupati rajek wesi yang dipercaya sebagai Bupati pertama di Kabupaten Rajek wesi yang diketahui hari ini masuk di Kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk yang sesungguhnya memiliki nama asli Raden Tumenggung Sosro Diningrat.

Perjalanan berikutnya menuju Dusun Guret Desa Lengkong Lor melihat shima area yang artinya daerah bebas pajak di masa Pemerintahan Majapahit pada Pemerintahan Raja Wikramawardana dalam bentuk batu dengan ketinggian sekitar 2 meter yang umumnya masyarakat Lengkor Lor menyebutnya Batu Gong.

Konon kisahnya Batu gong ini setiap malam menjelang pagi hari saat bergantian waktu antara pukul 24.00 – 01.00 wib masyarakat mendengar bunyi gong yang keras, yang dipercayai bersumber dari batu tersebut.

Dari situ para pecinta sejarah itu, kembali bergeser ke Sendang Losari Kec. Godang di dalam Sendang terdapat 3 makam kuno yaitu Raden Sumber, Nyai Gendro Sari dan Raden Said.

Area makam Mbah Gedong Ngluyu.

Dengan nuansa yang masih asri dan sejuk, Komunitas Pemerhati Sejarah Nganjuk beristrirahat dan berdiskusi di Sendang Losari.

Sugiarto yang akran disapa Ujang, selaku ketua rombongan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas yang mereka lakukan untuk tetap menjaga jiwa kedaerahan dan cinta tanah kelahiran serta untuk memperkenalkan historis tanah kelahiran kepada kaum millenial.

“Di era sekarang ini banyak kaum millenial yang kurang mengetahu sejarah, kebetulan di komunitas kami juga ada yang muda, maka kami mengajak untuk mencintai dan melestarikan situs serta sejarah di masing – masing desa di Kabupaten Nganjuk,” ungkap Ujang.(Red)

Check Also

Pametri Seni Budaya Nganjuk Diundang Ing Musium Empu Tantular Jawa Timur

A. Mersudi Amrih Arum kuncaraning Bangsa. Pahargyan tetepan pamong Pakasa mapan ing Musium Empu Tantular, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *