Thursday , January 28 2021
Home / Politik & Pemerintahan / Gelar Reses, Istu Hari Subagio Tampung Aspirasi Dari Masyarakat
Reses berlangsung di Balai Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot

Gelar Reses, Istu Hari Subagio Tampung Aspirasi Dari Masyarakat

Ngronggot, KabarNganjuk.com- Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Jatim 11 (Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun) Istu Hari Subagio menggelar serap aspirasi masyarakat di 4 titik di Kabupaten Nganjuk.

Salah satunya, Reses tersebut digelar di balai Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Rabu malam (16/09/2020) yang dihadiri langsung oleh Istu Hari Subagio yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Golkar, Mohammad Yasin Kepala Dinas PMD Jawa Timur, Firman Adi Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Nganjuk, Karyo Sulistio Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Kepala Desa Klurahan serta Forkopimdes.

Dalam sambutannya, Istu mengatakan bahwa dalam reses kali ini dirinya menampung beberapa aspirasi masyarakat seperti salah satunya sistem KBM secara tatap muka. Dirinya menambahkan, apabila sudah diterapkan Adaptasi Kebiasaan Baru dan daerah tersebut masuk zona hijau maka bisa diberlalukan sistem KBM tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Istu Hari Subagio yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim

“Karna titik lokasi yang digunakan untuk menggelar Reses ini adalah zona hijau, saya berharap tetap dipertahankan. Serta tetap menerapkan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur yang memenuhi undangan Istu Hari Subagio, menjelaskan bahwa Reses ini merupakan salah satu media yang baik bagi pemerintah Provinsi. Karena selama reses, bisa mendengar langsung permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

”Terkait pendampingan BumDes dalam rangka pengadaan beras bansos, kita sedang mengusulkan bahwa BumDes tersebut diharapkan bisa menjadi e-warung nya untuk bantuan pangan non-tunai. Namun, sampai hari ini masih terkendala karena regulasinya, dimana tidak memperbolehkan BumDes sebagai penyalur bantuan pangan non tunai,” tegasnya.

Mohammad Yasin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Sementara itu, Reses berlangsung lancar karena peserta yang datang sangat antusias dan komunikatif dalam penyampaian saran untuk pembangunan desa.

Seperti, Joko Murtejo petani dari Desa Kalianyar menyampaikan terkait pupuk subsidi yang langka. “Saya berharap pupuk subsidi di Jawa Timut jangan dikurangi 50 persen, tapi 20 persen saja,” jelasnya.

Ketua LMD (Lembaga Musyawarah Desa) Desa Ngronggot Badrus mengatakan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan jalan raya untuk kepentingan pribadi. “Pengguna jalan merasa jengkel karena adanya masyarakat yang menggunakan jalan raya. Memang itu jalan masyarakat, tapi itu bisa buat resah. Saya usul kebijakan pemerintah, bahwa jalan antar desa tidak boleh digunakan hajatan. Usul saya, agar desa punya gedung untuk masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Suharto dari Desa Sonoageng memberikan usulan terkait anak sekolah agar bisa masuk sekolah kembali. “Mall dan pasar buka dengan ratusan dan ribuan orang. Sekolah yang hanya 70 siswa saja kok gak di masukan,” tegasnya.

Selanjutnya, BPD Kelutan Muk Alim menambahkan terkait pertanian sebagai penopang kehidupan yang mendasar. “Ada poktan dan gapoktan. Apa bisa dimiliki oleh pribadi, kalau tidak bagaimana solusinya?” terangnya.

Setelah serap aspirasi, Karyo Sulistio menjawab pertanyaan terkait jalan umum dan sekolah dengan sistem KBM tatap muka yang sudag dibahas oleh DPRD Kabupaten Nganjuk.(Red)

Check Also

Bahas Dua Agenda, DPRD Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Secara Virtual

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Rapat Paripurna secara virtual dan tatap muka digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *