Saturday , August 8 2020
Home / Pertanian & Perkebunan / Dinas Pertanian Tingkatkan Kualitas Produksi Dengan Inovasi Smart Farming
(dari kiri) Deddy Eko Widianto petugas penyuluh pertanian kecamatan Berbek dan Joko Priyo Atmaji petugas penyuluh lapangan kecamatan Ngluyu

Dinas Pertanian Tingkatkan Kualitas Produksi Dengan Inovasi Smart Farming

Gondang, KabarNganjuk.com- Areal tanam Smart Farming yang berlokasi di desa Balonggebang kecamatan Gondang kabupaten Nganjuk ini di kelola oleh Dinas Pertanian Nganjuk, bertujuan untuk pembelajaran dan edukasi dibidang pertanian tanaman pangan dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi.

Dengan harapan, penggunaan teknologi yang tepat guna dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.

Dengan luas lahan sekitar 13 hektar diatas tanah aset Kabupaten Nganjuk, yang digunakan untuk budidaya tanaman jagung manis, jagung benih, padi tanam metode legowo pager, melon berbuah 6, serta semangka direncanakan berbuah 6 yang diuji dan dikembangbiakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Saat ini di areal Smart Farming telah dilakukan panen jagung manis dengan metode tanam tanpa olah tanah seluas 1 hektar dengan hasil yang memuaskan.

Joko Priyo Atmaji Petugas Penyuluh Lapangan kecamatan Ngluyu mengatakan bahwa budidaya jagung manis hanya membutuhkan waktu selama 65-70 hari untuk di panen setelah tanam.

“Untuk analisa usaha, kalau untuk biayanya itu cenderung lebih sedikit. dari segi biayanya cenderung lebih sedikit karena tidak membutuhkan terlalu banyak pengairan. Kalau jagung biasa sampai 4 sampai 5 kali,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pemupukan dilakukan setelah jagung manis berumur 10 hari dengan cara dikocor dengan pupuk NPK, kemudian dilanjutkan umur 20 hari, umur 35 hari dengan pupuk urea dan ditutup umur 50 hari. Selain itu, cara penanaman jagung manis sendiri tidak berbeda dengan jagung pada umumnya.

Pada kesempatan yang sama, Petugas Penyuluh Pertanian kecamatan Berbek Deddy Eko Widianto mengatakan bahwa metode tanam Double Raw dengan jarak tanam 10 cm x 40 x 100 cm bisa digunakan untuk menyiasati luas lahan sempit untuk budidaya jagung dengan memaksimalkan populasi.

Petani panen jagung manis

“Perawatan serangan penyakit yang disebabkan jamur juga lebih mudah penanganannya,” pungkasnya.

Namun, dalam budidaya jagung manis tersebut juga tidak terlepas dari serangan hama. Terutama adalah jenis hama ulat tentara yang paling ditakuti oleh petani jagung.(Red)

Check Also

P4S Joglo Nganjuk Go Internasional, Ini Harapan Susanto

KabarNganjuk.com- Dimulai dari ketekunan dan keuletan Susanto Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Jonglo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *