Sunday , January 24 2021
Home / Politik & Pemerintahan / Bupati Novi Rachman Hidayat Kalah Kasasi di MA

Bupati Novi Rachman Hidayat Kalah Kasasi di MA

KabarNganjuk.com– Bupati Nganjuk Novi Rachman Hidayat kalah kasasi di Mahkamah Agung (MA), melawan Sihat Raharjo, dalam kasus sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos. Hal ini diketahui dari surat pemberitahunan Pengadilan Tana Usaha Negara (PTUN) Surabaya, nomor 51/G/2019/PTUN /SBY.jo. no.312/TUN/2020.

Sesuai dengan pemberitahuan tersebut, berdasarkan Putusan MA nomor 312 K/TUN/2020, tanggal 14 Agustus 2020, Mahkamah Agung menolak pemohon kasasi, Bupati Nganjuk. Selain itu MA juga menghukum bupati membayar biaya perkara Rp 500 ribu.

Dengan penolakan kasasi tersebut, berarti MA menguatakan putusan PTUN Surabaya nomor 51/G/2019/PTUN/SBY, atas gugatan Sihat Raharjo yang diwakili pengacaranya Dr. Edy Suwito SH.

Dalam gugatanya, Sihat Raharjo meminta agar Bupati Nganjuk Novi Rachman Hidayat mencabut surat keputusanya nomor 188/270/K/411.012/2019, yang mengangkat Jumali, sebagai Kades Mojoduwur periode 2019-2025. Dalam putusanya PTUN Surabaya mengabulkan gugatan Sihat Raharjo.

Dalam gugatannya di PTUN Surabaya, Pengacara Sihat, Edy Suwito menguraikan kecurangan yang telah dilakukan oleh panitia Pilakdes setempat sehingga merugikan klienya. Dalam Pilkades yang dilaksanakan pada tanggal 12 pebuari 2019 tersebut, diikuti oleh 4 calon.

Masing –masing, Sihat Raharjo, Jumali, Muhajir dan Sinta. Dari empat pasangan calon tersebut dalam penghitungan suara Sihat Raharjo dan Jumali memperoleh suara sama yaitu 833. Akan tetapi panitia melakukan kecurangan dengan menyatakan ada sejumlah suara milik Sihat dinyatakan tidak syah sehingga menyebabkan perolehan suara sama.

Sesuai Peraturan Bupati yang mengatur pelaksanaan Pilkades, jika terdapat dua calon yang memperoleh suara sama, maka pemenangnya ditentukan berdasarkan banyaknya sebaran suara di dusun dusun. Karena Jumali memiliki sebaran terbanyak di dusun dengan pemilik terbanyak, maka oleh Panitia Pilkades ia ditetapkan sebagai pemenang.

Dengan adanya putusan Kasasi MA tersebut, Sihat berharap bupati segera mencabut SK pengangakatan Jumali sebagai Kades. Dan selanjutnya menetapkan dirinya sebagai Kades Mojoduwur. “Kita ini negara hukum. Putusan lembaga hukum, harus dilaksanakan,” ujar Sihat.

Sementara itu, menanggapi putusan kasasi MA tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Nganjuk, Anang Triyanto SH, mengaku belum menerima petikan putusan kasasi MA tersebut. Rencananya, hari Jumat ia akan mengambil petikan tersebut di kantor PTUN Surabaya.

Setelah itu, pihaknya akan menggelar rapat dengan tim pengacara bupati yang menangani kasus tersebut. “Rapat ini tentunya melibatkan banyak pihak, seperti Kabag Pemerintahan dana lain – lain. Setelah itu pemkab bari mengambil sikap,” ujar Anang Triyanto. (Tim)

Check Also

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Nganjuk Berlalukan Sistem Kerja Shift Untuk ASN

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 061.2/76/411.032/2021 tentang penyesuaian sistem …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *