Friday , August 7 2020
Home / Politik & Pemerintahan / Bupati Novi : Kabupaten Nganjuk Tidak Akan di Lockdown !
Bupati Novi dan wabup Marhaen ajak masyarakat lawan Corona

Bupati Novi : Kabupaten Nganjuk Tidak Akan di Lockdown !

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Pemerintah Kabupaten Nganjuk gencar memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti salah satunya tetap berdiam diri dirumah. Hal sama dilakukan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dengan didampingi Wakil Bupati Marhaen Djumadi yang menghadiri acara di Kantor Kecamatan Pace, kecamatan Loceret, dan kecamatan Ngetos untuk memberikan bantuan berupa cairan disinfektan dan themogun.

Selain bupati dan wakil bupati, acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Forpimda, Forpimcam, beberapa kepala dinas, kepala desa se-kecamatan Pace, BPD, dan OPD. Tidak hanya menyerahkan bantuan, Bupati Novi juga memberikan arahan kepada seluruh pemerintah desa untuk memasang banner atau pamflet terkait pencegahan penularan Covid-19.

Bupati Novi dengan didampingi Wakil Bupati Marhaen Djumadi saat di konfirmasi awak media

“Masyarakat harus mendapat informasi yang seimbang. Baik dari media dan dari pemerintah desa. Serta pemerintah desa harus saling bersinergi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Covid-19 bisa disembuhkan,” ungkap Bupati Novi, Kamis (16/4/2020).

Melihat beberapa daerah yang sudah memberlakukan sistem karantina wilayah, Bupati Novi menegaskan bahwa kabupaten Nganjuk tidak akan memberlakukan PSBB. Dirinya mengatakan bahwa karantina wilayah mempunyai ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi. Banyak pertimbangan yang harus difikirkan termasuk kondisi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan umum masyarakat.

“Karantina wilayah itu harus melalui mekanisme, ketentuan dan persyaratan yang tidak mudah dan harus ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dilakukan. Apabila di kabupaten Nganjuk di lockdown, semakin hancur ekonomi kita. Kita ini masih untung ditopang oleh petani. Saya putuskan di Kabupaten Nganjuk tidak ada lockdown. Tidak boleh ada penutupan jalan,” tegasnya.

Terkait dana desa, Bupati Novi menjelaskan bahwa sudah ada 210 desa yang dananya sudah cair, pengajuan 45 desa masih dalam tahap pengajuan dan yang belum memosting ada 9 desa. Pihaknya juga menyinggung perubahan APBDes dalam rangka untuk menangani pencegahan penyebaran Covid-19 dan jaring pengaman sosial.

Suasana acara di kantor kecamatan Pace

Sementara itu camat Pace Sugeng Harianto mengucapkan terimakasih kepada bupati Nganjuk yang telah memberi motivasi kepada pemerintah kecamatan Pace agar bekerja lebih baik dan lebih intens terkait penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

Masih pada hari yang sama dan kegiatan yang sama, Bupati Novi beserta rombongan bergeser ke kecamatan Loceret untuk memberikan bantuan cairan disinfektan dan memantau posko Satgas Covid-19 berada di kantor kecamatan Loceret.

Usai acara, bupati Novi menyampaikan bahwa daerah zona merah yang terdampak Covid-19 akan mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial. “Saya berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak virus Covid-19 ini,” ungkapnya. (Red)

Check Also

PPDI Ajukan Hearing, DPRD Kaji Ulang Masa Jabatan Perangkat Desa

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Persatuan Perangkar Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk mengajukan hearing kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah …

One comment

  1. Hanya ingin mengungkapkan isi uneg” di dalm hati yg g bisa ter sampekan oleh perngkat desa kami. Semua warga di kmpung kami hanya ingin perangkat desa ikut turun ke lapangan. Byr tau layak gakx yg dpat bntuan. PKH. Tlong lbih di perketat pengawasan pada perangkat”desa kami.Minta tolong. Sampekan ke p bupati. Kalo di patian rowo belum ada sumbangan apa pun yg ter kena dampak covid19. Terutama desa bukur.
    Perangkat desa g ada tindak lanjutan. Atau turun di lpangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *