Sunday , January 24 2021
Home / Peristiwa / Ahmad Subhan: Pembangunan KING di Nganjuk Rugikan Pengusaha Lokal

Ahmad Subhan: Pembangunan KING di Nganjuk Rugikan Pengusaha Lokal

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Sejumlah pemilik dan pengelola Kuari di Kabupaten Nganjuk merasa kecewa. Pasalnya mereka hanya menjadi penonton didaerahnya sendiri, tatkala pembangunan Kawasan Industri Nganjuk (KING) dimulai dikerjakan, belasan Kuari tidak dilibatkan. Salah satu pengelola Kuari Ahmad Subhan menyampaikan bahwa ini adalah sebuah kecelakaan, ketika Kawasan Industri Nganjuk KING dikerjakan oleh orang luar daerah Nganjuk.

Dirinya menyerukan kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Nganjuk agar benar-benar menata dan melaksanakan pembangunan daerah sesuai dengan marwah yang diamanahkan masyarakat. Bahwa pembangunan adalah untuk warga Nganjuk, dilakukan oleh warga Nganjuk dan dari warga Nganjuk sendiri. Harus menggunakan muatan lokal tidak boleh menggunakan potensi dari luar daerah jika ingin Nganjuk lebih maju dan masyarakatnya sejahtera.

Galian tambang

Bahkan, dirinya menekankan pemerintah Kabupaten Nganjuk harus mengimplementasikan pembangunan yang tertera dalam RAPBD sesuai hierarki alur pemerintahan. Agar pembangunan ini hulu hingga hilir terprogram dengan baik, tidak awut-awutan seperti yang terjadi sekarang ini dan harus Holistik atau menyeluruh.

Instrumen yang dibutuhkan apa saja, material yang dibutuhkan apa saja, misalkan timbunan kata Subhan, maka para pemilik Kuari bisa dikumpulkan. Kami memiliki dokumen ekplorasi yang bisa dibaca oleh pelaksana pembangunan pemerintah daerah.

Di Kabupaten Nganjuk ini memiliki belasan Kuari, misalkan di Desa Sudimoroharjo, Desa Bedok Kecamatan Brebek, dua titik di Desa Mlilir Kecamatan Brebek, Desa Mojoduwur Kecamatan Ngetos, Desa Genjeng Kecamatan Loceret, Desa Macanan Kecamatan Loceret, dua titik di Desa Jatigreges Kecamatan Pace dan masih ada lainnya. Namun investor yang masuk diwilayah KING yang melaksanakan kegiatan menimbun di daerah Kecamatan Gondang ternyata menggunakan material dari luar daerah Nganjuk, yakni dari Kediri, apakah hal ini dibenarkan.

Jika hal itu dibiarkan maka, yang menikmati pembangunan ini hanya segelintir orang aja dan tidak mewakili masyarakat Nganjuk pada umumnya, hanya segelintir oknum yang dapat menimbulkan persaingan tidak sehat, “Tujuan pembangunan ini tidak untuk mencari korban, dan mengorbankan masyarakat,” ujar Ahmad Subhan.(Tim)

Check Also

Tuntut Haknya Dipenuhi, Karyawan PT. Gunawan Fajar Mengadu Ke Pengawas Ketenagakerjaan

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Sejumlah karyawan PT. Gunawan Fajar yang terletak di Desa Jegreg Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *