oleh

Terduga NT Sanggup Menafkahi Jelita Yang Kini Hamil 6 Bulan

KabarNganjuk.com – Jelita (30) warga kecamatan Gondang bernasip kurang beruntung, bak ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, wanita tuna wicara ini diduga menjadi korban tetangganya sendiri hingga hamil 6 bulan.

Hal itu diketahui adik sepupunya bernama Sumi yang mengantarnya ke salah satu dokter di sekitar dia tinggal karena sakit perut. Setelah di periksa dokter, ternyata jelita diketahui telah hamil 6 bulan.

Jelita mengaku kepada familynya bahwa, kehamilannya itu karena perbuatan NT tetangganya sendiri, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa persoalan ini kepemerintah desa.

Untuk menyakinkan jawaban si Jelita, dengan diantar perangkat desa, Jelita diminta menunjukan rumah si terduga pelaku, jawabanya masih tetap sama rumah yang datangi Jelita adalah rumah NT.

Namun NT mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut, dan bersedia di tes DNA untuk memastikan apakah anak yang dikandung jelita itu merupakan hasil berbuatannya atau bukan.

Namun jawaban NT tidak membuat sebagian warga desa tersebut lega, bahkan warga mendatangi rumah kepala desa Rabu (11/05) menuntut agar NT mempertanggung jawabkan perbuatannya, dengan memberikan nafkah dan menikahi secara siri agar anak yang dikandung Jelita memiliki bapak

Musyawarah tersebut berjalan alot, karena NT yang didampingi istrinya tetap kekeh tidak mau memberikan nafkah kepada Jelita, kepala desa dan perangkat desa memediasi dan memberikan solusi terbaik, jika NT selaku tertunduk tidak mampu memberikan nafkah, agar desa yang menanggung hajat hidup Jelita, namun warga tidak sepakat akan hal itu, mereka masih tetap menuntut agar NT mengakui perbuatannya dan mau menafkahi Jelita serta menikahi secara siri.

“Jelita ini tidak memiliki bapak dan ibu, dia juga bisu, tidak bisa bekerja, bagaimana penderitaannya, jika dia harus menanggung masalah ini sendiri, kami kasihan, untuk makan sehari – hari saja kesulitan dan rumahnya juga tidak layak huni,” ungkap salah satu warga yang ikut datang kerumah kepala desa.

Setelah berjalan alot akhirnya mereka menyepakati, perundingan damai, karena akhirnya NT mau memberikan nafkah kepada jelita dan tuangkan dalam perjanjian tertulis yang diketahui pihak desa, “Tidak boleh ada dendam, dan saling bermusuhan, agar desa kita tentram damai, semua persoalan harus dimusyawarahkan dengan baik,” ungkap Mungin kepala desa sambil mengakhiri musyawarah. Apakah NT benar-benar akan menafkahi Jelita, kita akan pantau perkembangan lebih lanjut melalui tulisan KabarNganjuk.com berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed