oleh

Barang Bukti 113 Ton Pupuk Subsidi Yang Berhasil di Ungkap Polres Nganjuk

KabarNganjuk.com – Berkat kerja keras tim khusus Polres Nganjuk, berhasil membongkar praktik penyalahgunaan pupuk subsidi di teritorial Nganjuk, hari ini Kamis (20/01/22) di Gudang PT Petrokimia Gersik gudang penyangga pupuk Kabupaten Nganjuk Kapolres AKBP Boy Jackson Situmorang gelar perss release pengungkapan kasus penangkapan tersebut.

Hadir pada kesempatan itu Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto, Dandim 0810, Ketua Pengadilan Nganjuk, Kajari Kabupaten Nganjuk, ketua Asosiasi Distributor pupuk bersubsidi Kabupaten Nganjuk

Kapolres mengatakan, bermula dari banyaknya laporan masyarakat mengenai kelangkaan pupuk subsidi di Nganjuk, akhirnya Polres membentuk tim khusus yang kemudian berhasil ungkap dua kasus

Setidaknya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, ketiganya adalah pria berinisial R, HNP dan L.

Dalam melakukan aksinya tersangka menjual pupuk kepada orang lain atau melakukan penjualan di luar RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok TANI).

“Kita berhasil mengamankan dua tkp, pertama di kecamatan tanjunganom dengan barang bukti 4 Ton pupuk subsidi, kemudian yang kedua kita berhasil mengamankan 1 unit truk yang bermuatan pupuk subsidi 9 Ton,” Ungkap AKBP Boy Jackson Situmorang.

Hasil dari pengembangan, terdapat 100 ton disalah satu gudang yang berada di kabupaten ngawi. Gudang tersebut sebagai tempat penimbun khusus pupuk subsidi. Selanjutnya, barang bukti tersebut dititipkan di gudang pupuk petrokimia gersik diKabupaten Nganjuk yang Totalnya 113 Ton.

Dirinya juga mengatakan bahwa harga pupuk subsidi terlalu tinggi, hal tersebut memicu terjadinya perbedaan harga yang sangat signifikan atau suatu harga komoditas bahan pokok tertentu antar daerah, “Intinya ada disparitas harga dari pupuk subsidi yang mereka beli kemudian di jual disparitas harga, disparitas harga inilah yang menjadi keuntungan mereka”, tuturnya.

Sementara itu kasat Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta Menambahkan bahwa, pupuk subsidi jenis tertentu seharga kisaran 125 ribu, namun jika pupuk subsidi tersebut dijual menjadi non subsidi maka keuntungannya bisa 300 persen karena harganya sangat mahal, yakni antara 400 – 500 ribu rupiah.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed